=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193283 =005 20260205100313 =035 ##$$a 0010-0226000367 =245 1#$$a KINERJA KEUANGAN KOTA BENGKULU BERDASARKAN ANALISA LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2018-2022 : $b - /$c Zakky Nagoya =100 #$$a Zakky Nagoya =250 ##$$a - =300 ##$$a 13 : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18063 =700 #$$a Budi Margono =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 336. 598 17 =084 ##$$a 336. 598 17 ZAK k =020 ##$$a - =650 #4$$a Keuangan Publik =520 ##$$a Kontribusi pendapatan asli daerah terhadap total pendapatan daerah Kota Bengkulu tidak mencapai angka 20%, yang menunjukkan lemahnya kontribusi pendapatan asli daerah terhadap pendapatan daerah. Kinerja keuangan berdasarkan Analisa keungan daerah kota Bengkulu diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kota 2 Bengkulu sehingga mampu membiayai urusan pemerintahannya secara mandiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio keuangan dalam menilai kinerja keuangan pemerintah Kota Bengkulu selama periode 2018-2022, serta untuk mengetahui faktor penghambat kinerja keuangan. Rasio keuangan yang dianalisis meliputi Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah, Rasio Kemandirian Daerah, Rasio Derajat Desentralisasi, dan Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kota Bengkulu. Hasil/Temuan: Hasil penelitian dengan menggunakan Rasio Efektivitas memperoleh hasil rata-rata sebesar 88,59% dengan kategori kurang efektif, Rasio Kemandirian Daerah memperoleh hasil rata-rata sebesar 20,33%, kategori sangat rendah dengan pola hubungan instruktif. Rasio Derajat Desentralisasi memperoleh hasil sebesar 15,56% dengan kategori kurang. Rasio Ketergantungan Daerah memperoleh hasil sebesar 76,78% dengan kategori sangat tinggi. Kesimpulan: kinerja keuangan Pemerintah Kota Bengkulu selama kurun waktu lima tahun tersebut masih belum dapat dikatakan baik. Adapun faktor penghambat kinerja keuangan tersebut adalah masih belum optimalnya penerimaan pendapatan asli daerah yang dipengaruhi oleh faktor minimnya sarana dan prasarana, kurangnya kesadaran wajib pajak dan retribusi, serta minimnya pengawasan melalui regulasi perpajakan dan retribusi daerah. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan perbaikan untuk menilai kinerja keuangan pemerintah Kota Bengkulu melalui penambahan sarana dan prasaran penunjang kegiatan perpajakan dan retribusi daerah, pemberian sosialisasi kepada para wajib pajak dan retribusi, serta pembenahan terhadap regulasi perpajakan dan retribusi di Kota Bengkulu. Dengan demikian, diharapkan dapat terwujudnya kinerja keuangan yang baik dan berdampak secara langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.