=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193288 =005 20260205101924 =035 ##$$a 0010-0226000372 =245 1#$$a SINERGITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGANAN ORANG TERLANTAR DI KABUPATEN TEMANGGUNG PROVINSI JAWA TENGAH /$c REYHAN ARDI FEKAMAHSA =100 #$$a REYHAN ARDI FEKAMAHSA =250 ##$$a - =300 ##$$a 13 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18454 =700 #$$a Khasan Effendy =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 362.959 826 54 =084 ##$$a 362.959 826 54 REY s =020 ##$$a - =650 #4$$a Layanan Sosial =520 ##$$a Banyaknya orang terlantar yang berkeliaran dan berada di pinggiran jalan, ruko-ruko, fasilitas umum, dan tempat-tempat yang berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum memunculkan berbagai dampak buruk di lingkungan masyarakat. Satuan polisi pamong praja sebagai perangkat daerah memiliki tanggung jawab guna menegakkan peraturan daerah serta menciptakan trantibum. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial Kabupaten Temanggung dalam penanganan orang terlantar di Kabupaten Temanggung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa bentuk sinergitas yang dilakukan oleh Satpol PP dan Dinas Sosial dalam penanganan orang terlantar, serta untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor penghambat sinergitas yang dilakukan oleh Satpol PP dan Dinas Sosial dalam proses penanganan orang terlantar di Kabupaten Temanggung. Metode : Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori sinergitas oleh Najiyati dan Rahmat dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pisau analisis dalam penelitian ini adalah teori sinergitas menurut Najiyati Rahmat (2011) yang meliputi komunikasi dan koordinasi. Hasil/Temuan : Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial Kabupaten Temanggung telah menjalankan sinergitas yang baik dalam penegakan peraturan daerah tentang penanganan orang terlantar. Namun dalam pelaksanaannya Masih ditemukan beberapa hambatan mulai dari sumber daya manusia, kesadaran masyarakat, dan anggaran. Oleh sebab itu Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung harus mengoptimalkan sinergitas Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial Kabupaten Temanggung dengan mengatasi hambatan dalam penanganan orang terlantar agar dapat terciptanya ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini yakni sinergitas antara Satpol PP dan Dinas Sosial masih harus di optimalkan.