=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193304 =005 20260205105206 =035 ##$$a 0010-0226000388 =245 1#$$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM BANK SAMPAH DI KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT /$c Resty Dwi Anjani =100 #$$a Resty Dwi Anjani =300 ##$$a 10 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17032 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 363.728 095 982 422 =084 ##$$a 363.728 095 982 422 RES c =650 #4$$a Pengelolaan Sampah =520 ##$$a Permasalahan (GAP): Penelitian ini berangkat dari permasalahan sampah di Kota Bekasi yang sudah menahun dan belum berhasil terbenahi. Terjalinnya keterlibatan dari lintas sektoral dalam pengelolaan sampah sangat diharapkan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses collaborative governance dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat dan untuk mengetahui faktor – faktor pendukung dan penghambat pada tindak kolaboratif tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling serta menggunakan metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash. Hasil/Temuan: hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi belum berjalan baik karena belum terjalinnya hubungan sektoral yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan swasta. Eksklusivitas masing-masing sektor dan kondisi sumber daya yang berbeda menjadi faktor utama dalam mendukung adanya tindak kolaboratif antar stakeholders. Kemudian di lain sisi terdapat juga faktor penghambat seperti kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk mulai mengelola sampahnya sendiri. Kesimpulan: Kesimpulannya, collaborative governance dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi sudah dapat dilaksanakan, namun stakeholders yang terlibat masih perlu memperhatikan langkah komprehensif dalam menangani faktor penghambat yang telah peneliti uraikan pada penelitian ini.