=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193319 =005 20260205112123 =035 ##$$a 0010-0226000403 =245 1#$$a EVALUASI PROGRAM SEMBAKO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS /$c Rediva Nur Meilya =100 #$$a Rediva Nur Meilya =300 ##$$a 16 : $b illus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16951 =700 #$$a Anwar Rosshad =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 362.509 598 262 1 =084 ##$$a 362.509 598 262 1 RED e =650 #4$$a Masalah dan Layanan untuk Orang Miskin =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fokus penulis dalam penelitian ini yaitu pada pelaksanaan Program Sembako di Kecamatan Sokaraja dimana adanya ketidaksesuaian jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan jumlah realisasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan. Kemudian adanya penyalahgunaan dalam pemanfaatan bantuan yang dilakukan oleh salah satu KPM yang tidak mempergunakan bantuan dengan semestinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi maupun mendeskripsikan terkait pelaksanaan Program Sembako dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas serta memberikan gambaran mengenai upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Sembako. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi data. Analisis penelitian ini yaitu menggunakan teori Evaluasi menurut William Dunn yang terdiri dari 6 (enam) dimensi. Hasil/Temuan:. Temuan yang didapatkan penulis pada penelitian ini masih adanya kendala dalam pelaksanaan yaitu permasalahan dalam pembaruan data penerima Program Sembako oleh operator desa yang ada di DTKS, kurangnya pemahaman operator desa mengenai kriteria kemiskinan, ada pihak yang memanfaatkan kesempatan pada proses penyaluran, dan terdapat KPM yang menyalahgunakan dalam pemanfaatan bantuan. Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut maka terdapat beberapa upaya dari pihak pelaksana program yaitu pendalaman data KPM Program Sembako yang lebih konkrit, membuat batasan waktu dan rentang usia bagi penerima program sembako, dan memasang daftar nama penerima program sembako di kantor kecamatan maupun kantor desa serta pemasangan stiker penerima program sembako di rumah penerima. Kesimpulan: Evaluasi pelaksanaan Program Sembako dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik tetapi belum optimal yang dapat dilihat dari dimensi efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan perataan serta pelaksanaannya sudah sesuai dengan mekanisme program. Namun disamping itu masih terdapat beberapa kendala yang dapat dilihat dari dimensi efektivitas dan ketepatan. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program ini maka dapat dilakukan meningkatan fungsi kontrol serta penambahan pendamping sosial dalam pelaksanaan serta pemanfaatan Program Sembako oleh TKSK harus dilakukan secara berkala dan terjadwal, melakukan pembaruan data kependudukan desa bagi warga yang mengalami peristiwa kependudukan maupun peristiwa penting, dan untuk pelaksana program hendaknya dapat meningkatkan frekuensi dalam pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) bagi pelaksana Program Sembako sebagai tindak lanjut pembahasan mengenai hambatan maupun kendala dalam pelaksanaan penyaluran yang dapat dilaksanakan oleh dinas, kecamatan, maupun desa.