=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193329 =005 20260205115543 =035 ##$$a 0010-0226000413 =245 1#$$a OPTIMALISASI PEMANFAATAN APLIKASI BEDAS SMART SERVICE DALAM MENDUKUNG PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT /$c Jihan Nabilah Hoeruman =100 #$$a Jihan Nabilah Hoeruman =300 ##$$a 13 hlm : $b illus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17468 =700 #$$a Ardieansyah =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 351.095 982 431 =084 ##$$a 351.095 982 431 JIH o =650 #4$$a Administrasi Publik =520 ##$$a Latar Belakang : Pemerintah Kabupaten Bandung memajukan pelayanan publik yang sudah berbasis digital, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung sudah merealisasikannya dengan adanya program aplikasi Bedas Smart Service. Aplikasi Bedas Smart Service adalah sebuah aplikasi pelayanan terpadu satu pintu, Masyarakat dapat mengajukan permohonan layanan, dan juga aplikasi ini menghadirkan berbagai informasi publik. Permasalahan yang dialami oleh pengguna aplikasi bedas smart service yaitu dalam mengupload dokumen-dokumen berkas yang diminta khusus nya pada pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pengguna aplikasi bedas smart service merasa cara mereka menggunggah dokumen sebagai persayaratan itu masih terbilang sulit dan susah dipahami,seperti syarat dokumen yang di upload harus berbentuk pdf sehingga masyarakat harus tau bagaimana cara mengubah dokumen yang sebelumnya bukan pdf menjadi bentuk pdf. sedangkan masih banyak masyarakat Kabupaten Bandung yang belum memahami terkait cara mengubah file ke bentuk pdf maupun masyarakat yang belum memahami cara mengunggah dokumen-dokumen ke aplikasi bedas smart service. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui optimalisasi pemanfaatan aplikasi bedas smart service dalam mendukung pelayanan publik di Kabupaten Bandung dan juga faktor-faktor penghambat serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Optimalisasi oleh Hotniar Siringoringo (2005) metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukan program aplikasi bedas smart service ini sudah cukup efektif, faktor penghambat optimalisasi ini yaitu kurangnya sosialisasi terkait aplikasi bedas smart service di lingkungan masyarakat dan minimnya keinginan masyarakat untuk mau mengetahui program yang diluncurkan oleh pemerintah Kabupaten Bandung, lalu minimnya pengetahuan masyarakat terkait teknologi informasi. Selanjutnya upaya guna megatasi hambatan yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial dan juga media massa, serta memberikan fitur tutorial cara menggunggah data pad aplikasi Bedas smart sevice untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kesimpulan: Penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Bandung melalui aplikasi bedas smart service, proses optimalisasi sudah berjalan dengan baik namun masih ditemukan beberapa kekurangan yang membuat optimalisasi ini dikatakan masih belum belum berjalan dengan maksimal yaitu kurangnya sosialisasi dan juga Minimnya pengetahuan Masyarakat terkait Teknologi Informasi. Upaya yang ditempuh oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung untuk menanggulangi sebuah hambatan yaitu dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai sebuah wadah yang pas untuk Masyarakat dan untuk memberikan wawasan terkait dengan aplikasi bedas smartservice.