=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193337 =005 20260205123847 =035 ##$$a 0010-0226000421 =245 1#$$a KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA BENGKULU DALAM MENGELOLA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA BENGKULU : $b - /$c Qory Fitrah Ramadhan =100 #$$a Qory Fitrah Ramadhan =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19749 =700 #$$a Devi Irena =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 338.642 598 173 1 =084 ##$$a 338.642 598 173 1 QOR k =020 ##$$a - =650 #4$$a usaha mikro =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini membahas terkait kinerja Aparatur Sipil Negara pada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu dalam mengelola UMKM yang ada di Kota Bengkulu. Latar belakang dari penelitian ini terkait jumlah UMKM yang dibina oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu hanya sebesar kurang dari 2% saja dari keseluruhan jumlah UMKM yang ada. Faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah kurangnya kualitas Aparatur Sipil Negara yang ada di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu sehingga pelayanan yang diberikan kepada pelaku UMKM tidak Maksimal. Hal tersebut apabila tidak segera ditangani dapat menghambat pengelolaan UMKM di Kota Bengkulu Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai kinerja Aparatur Sipil Negara Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dalam mengelola Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bengkulu. Metode : Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja ASN Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu dalam mengelola UMKM berdasarkan indikator kinerja aparatur yang ada sudah cukup baik dalam indikator kuantitas, indikator waktu, indikator pengawasan, dan indikator hubungan antar karyawan. Namun, pada indikotor kualitas dirasa masih belum maksimal. Kesimpulan: Terdapat hambatan pada kinerja ASN yaitu kurangnya kualitas yang dimiliki ASN sehingga menghambat program kegiatan dalam pembinaan dan pengelolaab UMKM. Upaya yang dilakukan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu adalah Meningkatkan kualitas ASN melalui sharing antar pegawai guna memperdalam kemampuan dan keterampilan.yang dimiliki ASN.