=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193351 =005 20260205012627 =035 ##$$a 0010-0226000435 =245 1#$$a EFEKTIVITAS BELANJA URUSAN PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SOSIAL UNTUK MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT : $b - /$c Margareta Patricia Mardianus =100 #$$a Margareta Patricia Mardianus =250 ##$$a - =300 ##$$a 14 : $b Ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18603 =700 #$$a Marja Sinurat =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 362.559 868 21 =084 ##$$a 362.559 868 21 MAR e =020 ##$$a - =650 #4$$a Permasalahan Kemiskinan =520 ##$$a Salah satu langkah kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengarahkan mereka menuju kebebasan dari kemiskinan adalah dengan melakukan belanja pemerintah. Melihat dari realisasi belanja urusan pendidikan, kesehatan, serta sosial pada tabel sebelumnya, belanja fungsi pendidikan dan kesehatan selama kurun waktu 2021-2023 mengalami tren penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan masih kurangnya efektivitas pemerintah dalam merealisasikan belanja sehingga realisasi belanja belum mencapai angka 100%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas belanja urusan pendidikan, kesehatan, dan sosial untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat, faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas belanja urusan pendidikan, kesehatan, dan sosial untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Penelitian ini mengevaluasi tiga dimensi efektivitas yaitu, pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi, dengan merujuk pada teori Duncan (1973) dalam Steers (1985:53). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja urusan pendidikan belum efektif karena belum tepat sasaran dimana realisasi kegiatan penyediaan biaya personil peserta didik PAUD dan kesetaraan belum mencapai target, belanja urusan kesehatan belum efektif karena belum memenuhi indikator tepat sasaran dimana realisasi ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan ibu hamil tidak sesuai target, dan belanja urusan sosial belum efektif karena belum merespons dengan baik dimana hanya mengandalkan program dari pusat dan belum ada inisiasi program dari dinas sebagai upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat. Kesimpulan: Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat, melalui belanja urusan pendidikan, kesehatan dan sosial belum terlaksana secara efektif.