=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193382 =005 20260205021020 =035 ##$$a 0010-0226000466 =245 1#$$a KINERJA DINAS SOSIAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA DI KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG /$c Kelvin Ridho Ansori Putra =100 #$$a Kelvin Ridho Ansori Putra =250 ##$$a - =300 ##$$a 15 : $b ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17354 =700 #$$a M. Irwan Tahir =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.635 981 44 =084 ##$$a 352.635 981 44 KEL k =020 ##$$a - =650 #4$$a Penyaluran Bantuan Dana Desa =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa merupakan salah satu bentuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran ini merupakan bentuk bantuan sosial kepada masyarakat yang mengalami kesulitan, terutama masalah ekonomi. Penyaluran BLT-DD harus dilakukan secara transparan, cepat, dan tepat sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun, pada kenyataannya, di Kabupaten Bangka Tengah, tidak semua dana dapat disalurkan kepada KPM yang terdaftar. Pada 2023, tercatat sebanyak 2921 KPM, sedangkan dana yang tersalurkan hingga akhir berjumlah 2915 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam penyaluran bantuan langsung tunai Dana Desa di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan staf Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, perangkat desa, masyarakat, serta analisis dokumentasi terkait penyaluran bantuan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam penyaluran bantuan langsung tunai Dana Desa di Kabupaten Bangka Tengah belum optimal. Kesimpulan: dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa belum maksimal, hal ini didasari oleh beberapa faktor. Untuk mengatasi faktor-faktor tersebut, perlu dilakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pemerintahan desa dan ikut serta dalam pemantauan dan evaluasi kinerja pemerintah desa.