=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193407 =005 20260205024105 =035 ##$$a 0010-0226000491 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI PROGRAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA BERSAMA (BUMDESMA) DI KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR : $b (Studi BUMDESMA GALANG BARENG di Kecamatan Wlingi) /$c MOCHAMAD RIFANSYAH MEI QIZA =100 #$$a MOCHAMAD RIFANSYAH MEI QIZA =250 ##$$a - =300 ##$$a 16hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19452 =700 #$$a Abdul Halim =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 307.1 =084 ##$$a 307.1 MOC p =020 ##$$a - =650 #4$$a pemberdayaan masyarakat =520 ##$$a Permasalahan (GAP): Kecamatan Wlingi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur memiliki potensi hasil bumi berupa perkebunan kopi. BUMDES desa mencoba untuk memaksimalkan potensi tersebut. Namun dalam pengelolaannya belum memberikan dampak yang maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Hasil perkebunan kopi selama ini masi belum bisa dimanfaatkan oleh BUMDES, sehingga para petani masih menjualnya kepada tengkulak yang tentu harganya tidak stabil. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan masyarakat desa melalui program pengelolaan BUMDESMA., untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor penghambat dan upaya mengatasi faktor penghambat dari pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan BUMDESMA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data wawancara,observasi dan dokumentasi. Sedangkan dalam aspek teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukan bahwa dari dimensi bina manusia, adanya BUMDESMA dapat meningkatkan kualitas masyarakat. Dari dimensi bina usaha adanya BUMDESMA semakin meningkatkan usaha desa. Dari dimensi bina lingkungan adanya BUMDESMA tetap menjalankan pelestarian lingkungan yang ada. Dari dimensi bina kelembagaan adanya BUMDESMA semakin memperjelas struktur kelembagaan badan usaha desa.Dengan pengelolaan yang baik, memberikan pendapatan yang terus meningkat. Kesimpulan: Pengelolaan BUMDESMA yang baik menjadikan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat mengingkat. Pendampingan yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa secara terus menerus dapat menjaga konsistenisasi kemajuan BUMDESMA itu sendiri. Hal itu digambarkan dengan petani kopi yang selalu terjaga hasil panennya, dan juga pengaplikasian hasil kopi menjadi berbagai produk dapat mengingkatkan nilai jual produk itu sendiri. Hal – hal tersebut menjadikan pemasukan desa menjadi bertambah dan masyarakat desa semakin sejahtera. Upaya untuk mengatasi faktor penghambat adalah melakukan pendampingan melalui pengadaan sosialisasi dan pelatihan serta melakukan bantuan dalam membangun Kerjasama terhadap pihak ketiga.