=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193430 =005 20260206083126 =035 ##$$a 0010-0226000514 =245 1#$$a ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA TRANSFER PADA KINERJA KEUANGAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALO : $b - /$c Putri Nurhaliza Hartono =100 #$$a Putri Nurhaliza Hartono =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18578 =700 #$$a Dedeh Maryani =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 336. 598 431 1 =084 ##$$a 336. 598 431 1 PUT a =020 ##$$a - =650 #4$$a Keuangan Publik =520 ##$$a Kemampuan daerah dalam mengelola keuangannya dapat dinilai dari seberapa besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil mereka peroleh. PAD menjadi indikator utama dalam menentukan seberapa bergantungnya suatu daerah terhadap sumber pendapatan lain. Semakin besar PAD, semakin rendah tingkat ketergantungan daerah tersebut terhadap pendapatan dari sumber lain.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan daerah terutama rasio kemandirian dan rasio ketergantungan Kabupaten Bone Bolango dengan mempertimbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Transfer, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan Pemerintah Daerah setempat. Metode : Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kinerja keuangan kabupaten Bone Bolango. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa kemandirian keuangan Kabupaten Bone Bolango masih rendah, dengan Pemerintah pusat berperan penting dalam kontribusi keuangan daerah tersebut. Meskipun terjadi peningkatan pada Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke tahun, namun masih belum memenuhi standar yang ditetapkan, menunjukkan ketergantungan pada dana transfer dari Pemerintah pusat. Rasio efektivitas keuangan menunjukkan fluktuasi dari tahun 2020 hingga 2022, dengan peningkatan yang signifikan pada tahun 2022. Namun, rasio efisiensi cenderung kurang efisien, menandakan kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango perlu diperbaiki.Faktor penghambat kinerja keuangan mencakup pemungutan pajak dan retribusi daerah yang belum optimal, belum dimanfaatkannya potensi daerah secara maksimal, serta ketergantungan terhadap dana transfer. Sementara faktor pendukung meliputi kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terkait pemungutan Pendapatan Asli Daerah yang berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten tersebut. Kesimpulan : Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kinerja keuangan daerah Kabupaten Bone Bolango dan faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memberikan dasar untuk perbaikan kebijakan yang lebih efektif dalam mengelola keuangan daerah.