=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193449 =005 20260206085536 =035 ##$$a 0010-0226000533 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PENERAPAN IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KARO : $b - /$c Munthe, Hardito Bastian =100 #$$a Munthe, Hardito Bastian =250 ##$$a - =300 ##$$a 14 hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18821 =700 #$$a Gatiningsih =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.150 959 812 52 =084 ##$$a 352.150 959 812 52 MUN e =020 ##$$a - =650 #4$$a Administrasi Pemerintahan Daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan suatu inovasi yang mengikuti penerapan teknologi mengenai digitalisasi kependudukan yang berisi informasi elektronik yang digunakan untuk mempresentasikan dokumen kependudukan dan data dalam aplikasi digital melalui gawai (smartphone) yang menampilkan data pribadi sebagai identitas yang bersangkutan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karo saat ini sedang menerapkan Identitas Kependudukan Digital dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan IKD dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karo. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan IKD dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan sejauh ini belum berjalan dengan efektif dimana hasil dari instrumen penelitian secara keseluruhan penerapan IKD belum menunjukkan hasil yang efektif seperti target yang belum tercapai, belum adanya integrasi dan adaptasi dengan masyarakat yang belum maksimal. Terdapat beberapa faktor penghambat seperti belum ada kerjasama IKD dari berbagai institusi seperti bank, BPJS dan kurangnya literasi digital. Kesimpulan: efektivitas penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karo belum optimal. Hal ini dilihat dari pencapaian target yang belum tercapai, kurangnya integrasi IKD dengan instansi lain, dan kesulitan masyarakat dalam beradaptasi dengan sistem IKD. Faktor penghambat utama meliputi kurangnya kerjasama dengan BPJS dan bank, serta rendahnya literasi digital di kalangan generasi tua. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut mencakup sosialisasi integrasi IKD dengan bank dan BPJS, serta edukasi digital di tingkat kecamatan dan kelurahan maupun desa.