=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193478 =005 20260206091819 =035 ##$$a 0010-0226000562 =245 1#$$a OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP GEDUNG DAN BANGUNAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN REJANG LEBONG : $b - /$c Rizki Septianti =100 #$$a Rizki Septianti =250 ##$$a - =300 ##$$a 9 : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18434 =700 #$$a Eko Subowo =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.150 959 817 33 =084 ##$$a 352.150 959 817 33 RIZ o =020 ##$$a - =520 ##$$a Aset tetap gedung dan bangunan harus dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah khususnya di wilayah Rejang Lebong. Untuk aset yang idle, Pemerintahan Daerah seharusnya juga bisa memanfaatkannya dengan kerjasama dengan pihak ketiga agar berkontribusi bagi PAD dan perekonomian/dunia usaha, serta menghemat biaya pengamanan dan pemeliharaan. Tujuan: Tujuan penelian ini, yaitu untuk menganalisis dan mengetahui cara untuk mengoptimalisasikan pemanfatan aset tetap gedung dan bangunan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif berbasis teori Siregar mengenai Optimalisasi Pemanfaatan Aset Tetap. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan teknik Wawancara Semi-terstruktur dan Dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Rejang Lebong bahwa pelaksanaan pemanfaatan aset Gedung dan bangunan sudah sesuai prosedur dan dilaksanakan dengan baik namun masih terdapat kendala di dalamnya sehingga pemanfaatannya belum optimal. Kesimpulan: Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya peminat dalam penyewaan gedung dan bangunan sehingga menyebabkan bangunan yang terbengkalai, keterbatasan anggaran dalam pemanfaatan aset gedung dan bangunan, dan penguasaan pengelola aset di bidang Iptek masih kurang. Upaya BPKD dalam mengatasi kendala tersebut yaitu meningkatkan efisiensi dalam pemanfaatan aset, peningkatan kualitas layanan dan fasilitas, dan peningkatan kualitas SDM.