=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193485 =005 20260206092757 =035 ##$$a 0010-0226000569 =245 1#$$a PARTISIPASI POLITIK GENERASI MILENIAL DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2020 DI KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA : $b ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 =100 #$$a Ginting Yogi Ananta =250 ##$$a - =300 ##$$a 12 hlm : $b ILUS ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19167 =700 #$$a Dione Frans =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 323.042 598 123 2 =084 ##$$a 323.042 598 123 2 GIN p =020 ##$$a - =600 #4$$a Partisipasi Politik =520 ##$$a Partisipasi politik di Kabupaten Asahan dikatakan rendahi yaitu 60 % tidak melampaui target yang telah ditetapkan oleh KPU RI yaitu 77,5%. Permasalahan yang terjadi yaitu angka partisipasi politik yang tinggi namun keterlibatan kaum milenial pada kegiatan politik sebagai agen perubahan terutama mahasiswa dan pelajar masih rendah. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini mengetahui dan menganalisis partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Asahan pada Pilkada Tahun 2020 serta untuk mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam meningkatkan kesadaran partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Asahan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan milenial sebagai pelajar atau mahasiswa dalam kegiatan politik hanya pada penyebaran kampanye dan informasi politik melallui media sosial, karakter dari masing-masing masyarakat, bagaimana situasi politik yang terjadi, serta bagaimana upaya dalam pemberian pendidikan politik. Kesimpulan: Partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Asahan dipengaruhi oleh penggunaan media sosial dan smartphone yang intens, karakteristik sosial individu, kondisi politik yang kondusif namun dengan tantangan rendahnya hak pilih yang tersalurkan. Upaya untuk meningkatkan partisipasi termasuk pendidikan politik, kerjasama lintas lembaga, dan sosialisasi melalui media sosial. Saran untuk peningkatan partisipasi meliputi pendidikan politik terstruktur, pemanfaatan media sosial sebagai platform interaksi dan edukasi politik, serta koordinasi yang kuat antarlembaga terkait.