=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193487 =005 20260206092923 =035 ##$$a 0010-0226000571 =245 1#$$a PENGENTASAN DIGITAL DIVIDE DALAM PENERAPAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN SUMBAWA /$c MUHAMAD DIMAS =100 #$$a MUHAMAD DIMAS =300 ##$$a 8 hlm : $b illus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18732 =700 #$$a Mohammad Rezza Fahlevvi =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 351. 095 986 521 =084 ##$$a 351. 095 986 521 MUH p =650 #4$$a Administrasi Publik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Teknologi digunakan oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui implementasi e-government. Namun, adanya digitalisasi yang digunakan pemerintah menemui hambatan dimana dalam masyarakat masih banyak yang mengalami digital divide terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah agar persebaran informasi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk Menjelaskan bagaimana upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mengatasi persoalan digital divide demi terciptanya penerapan e-goovernment yang baik. Metode: Dengan metode penelitian kualitatif, digunakan triangulasi teknik dalam pengumpulan data, maka terkait keabsahan data akan dilakukan cara ricek cross cek dengan sumber yang sama namun metode yang berbeda. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari dimensi digital divide yang digagas oleh Molnar diperoleh data bahwa masyarakat pedesaan cenderung mengalami access divide yang disebabkan oleh persebaran jaringan yang tidak merata, masyarakat mengalami masalah pada usage divide dikarenakan keterbatasan masyarakat dalam memiliki perangkat elektronik, masyarakat juga terkendala keterbatasan skill atau kemampuan dalam menggunakan perangkat elektronik sehingga tidak dapat memaksimalkan manfaat yang di dapat dari penggunaan perangkat elektronik. Kesimpulan: Digital Divide terjadi karena adanya kesenjangan antara masyarakat yang tinggal di kota dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan dalam hal mendapatkan akses jaringan internet