=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193494 =005 20260206093514 =035 ##$$a 0010-0226000578 =245 1#$$a PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENANGANI KONFLIK ANTARA NEGERI HITU DAN NEGERI WAKAL DI KABUPATEN MALUKU TENGAH PROVINSI MALUKU : $b ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 /$c Samaaali Astriani =100 #$$a Samaaali Astriani =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19662 =700 #$$a Heru Rochmansjah =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.150 959 854 =084 ##$$a 352.150 959 854 SAM p =020 ##$$a - =600 #4$$a Pemerintah Daerah =520 ##$$a (Berisi background yang melatarbelakangi penelitian). Penulis berfokus pada penyelesaian konflik berkepanjangan yang terjadi antara negeri hitu dan negeri wakal yang timbul dikarenakan pertikaian yang terjadi antara keduanya serta kurangnya kesadaran untuk menjaga kedamaian di masyarakat Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Pemerintah Daerah Dalam Menangani Konflik antara Negeri Hitu dan Negeri Wakal di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku serta tantangan atau hambatan serta Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam Konflik antara Negeri Hitu dan Negeri Wakal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode dekskriptif kualitatif yang menggunakan teori resolusi konflik 1 dari nordhe schulte. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (9 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pemerintah telah mengupayakan penyelesaian konflik antara negeri hitu dan negeri wakal cepat terselesaikan namun masyarakat cenderung tidak ingin membantu pemerintah dalam menyelesaikan konflik yang terjadi Kesimpulan: Peran pemerintah dalam menangani konflik negeri hitu dan negeri wakal sudah dilakukan secara maksimal hal ini dibuktikan dengan pemerintah mengadakan pertemuan-pertemuan dengan kedua masyarakat untuk mendengarkan keinginan atau aspirasi dari keduanya namun dikarenakan masyarakat yang tidak berpartisipasi aktif dalam membantu penyelesaian masalah membuat konflik tidak terselesaikan secara maksimal.