=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193505 =005 20260206094351 =035 ##$$a 0010-0226000589 =245 1#$$a KEPEMIMPINAN KEPALA DESA Hj. ERNA YUSTINING DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI DESA SANANREJO KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG : $b ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 /$c Ardyan Rizal Zakaria =100 #$$a Ardyan Rizal Zakaria =250 ##$$a - =300 ##$$a 10 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17034 =700 #$$a Anwar Rosshad =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.170 959 828 21 =084 ##$$a 352.170 959 828 21 ARD k =020 ##$$a - =600 #4$$a Anwar Rosshad =505 ##$$a Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan proses kepemimpinan adalah karakteristik dan perilaku pemimpin. Kepala Desa Hj Erna Yustining merupakan sosok perempuan pertama yang menjabat sebagai Kepala Desa di Desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana kepemimpinan Hj Erna Yutining dalam mengambil keputusan yang sebelumnya yang diisi oleh kaum laki-laki. Dan apa saja faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi kepemimpinan Hj Erna Yustining. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan Hj Erna Yustining dalam pengambilan keputusan di Desa 1 Sananrejo Kecamatan Turen. Hasil/Temuan: ditemukan bahwa Hj Erna Yustining merupakan sosok pemimpin yang percaya diri, bertanggungjawab, berani, mampu mengendalikan emosi, disipli dan konsisten. Dengan karakter seperti seorang ibu yang lemah lembut. Kepemimpinan Hj Erna Yustining sebagai Kepala Desa Sananrejo yang melekat yakni Kepemimpinan Otentik. Kemampuan atau skill dan pengalaman yang dimiliki oleh Hj Erna Yustining sebagai faktor pendukung. Faktor penghambat terhadap kepemimpinan Hj Erna Yustining yakni perasaan tidak tegaan ketika mengambil keputusan tetapi hal itu bukanlah hal yang terlalu serius karena sudah beliau atasi dengan cara beliau sendiri. Kesimpulan: . Motivasi yang diberikan sesuai dengan kepemimpinan Kepala Desa Sananrejo yakni Kepemimpinan Otentik dan dalam pelaksanaannya sudah baik.