=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193507 =005 20260206094513 =035 ##$$a 0010-0226000591 =245 1#$$a PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN ALAT PERAGA KAMPANYE DI KOTA TIDORE KEPULAUAN /$c angkotasan, muhammad rizki =100 #$$a angkotasan, muhammad rizki =250 ##$$a - =300 ##$$a 9 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19730 =700 #$$a Abdul Rahman =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 324.959 854 22 =084 ##$$a 324.959 854 22 ANG p =020 ##$$a - =650 #4$$a Alat Peraga Kampanye =520 ##$$a Pemilihan umum di Indonesia adalah cermin kedaulatan rakyat, didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan partisipasi semua komponen bangsa. Pentingnya pemilu dalam demokrasi menuntut pengawasan dan penegakan hukum yang ketat terhadap pelanggaran, termasuk pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai peraturan. Kota Tidore Kepulauan, sebagai contoh, menghadapi tantangan dalam menertibkan alat peraga tersebut, menunjukkan perlunya peran aktif Satuan Polisi Pamong Praja dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat..Tujuan: bertujuan memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah daerah. Metode: metode yang di gunakan adalah penelitian kualitatif menggunakan wawancara, dokumen, dan observasi lapangan untuk menginterpretasi data, merumuskan, dan menganalisis masalah. Hasil/Temuan: Faktor penghambat dalam penertiban alat peraga kampanye di Kota Tidore Kepulauan mencakup aspek internal dan eksternal. Faktor internal, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas, menimbulkan hambatan dalam menjalankan tugas Satpol PP. Terbatasnya personil yang berkualitas serta fasilitas yang kurang memadai menjadi penyebab utama. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan rekrutmen baru dan perbaikan serta penambahan sarana prasarana. Faktor eksternal, seperti Infrastruktur jalan yang kurang memadai, juga menjadi tantangan dalam penertiban alat peraga kampanye. Namun, dengan koordinasi antara Satpol PP dan kepolisian, serta penentuan lokasi strategis untuk pengamanan lalu lintas, upaya penertiban dapat dilakukan lebih efisien tanpa mengganggu arus kendaraan. Dengan demikian, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam mengatasi hambatan eksternal tersebut.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Satpol PP dalam penertiban alat peraga kampanye di Kota Tidore Kepulauan belum optimal disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas. Untuk meningkatkan efektivitasnya, disarankan alokasi anggaran khusus, penambahan personil, dan perbaikan fasilitas. Pelatihan keterampilan dan pengembangan serta penertiban malam hari juga dapat memperbaiki penertiban tersebut. Kerjasama dengan pihak kepolisian juga diperlukan untuk mengatasi hambatan lalu lintas