=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193524 =005 20260206095852 =035 ##$$a 0010-0226000608 =245 1#$$a PERAN PEMERINTAH KABUPATEN DAIRI PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM PENETAPAN TANAMAN KOPI SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN DAERAH /$c Ryan Rafiq Sukma =100 #$$a Ryan Rafiq Sukma =250 ##$$a - =300 ##$$a 14 hlm : $b ILUS ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19343 =700 #$$a Ginting Arwanto Harimas =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.150 959 812 =084 ##$$a 352.150 959 812 RYA p =020 ##$$a - =600 #4$$a Pemerintahan Daerah =520 ##$$a Kabupaten Dairi merupakan produsen kopi robusta terbesar di Provinsi Sumatera Utara dan produsen kopi arabica terbesar keempat di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2021. Sebagai komoditas unggul daerah yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah 1 Kabupaten Dairi Nomor 1 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Dairi Tahun 2019-2024, maka perlu adanya peran Pemerintah Kabupaten Dairi dalam meningkatkan kopi sebagai komoditas unggul Kabupaten Dairi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana peran Pemerintah Kabupaten Dairi terhadap pelaksanaan program tanaman kopi sebagai komoditas unggulan daerah di Kabupaten Dairi dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran Pemerintah Kabupaten Dairi terhadap kemajuan program komoditas unggul yaitu tanaman kopi di Kabupaten Dairi. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: melalui visi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Dairi melalui program Agri Unggul yang dilaksanakan sejak 2019 dengan target peningkatan di setiap tahunannya berjalan sesuai rencana dengan adanya peningkatan tersebut. Namun dalam pelaksanaan program yang dibangun memiliki faktor penghambat salah satunya yaitu pemahaman petani kopi yang kurang sebelum adanya program dari Pemerintah Kabupaten Dairi. Kesimpulan: Keputusan untuk menetapkan kopi sebagai komoditas utama, distribusi besar-besaran bibit kopi, peluncuran program Agri Unggul, dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pengetahuan petani merupakan langkah-langkah pendukung yang signifikan. Meskipun demikian, tantangan seperti manajemen kelompok petani yang rendah, kurangnya sumber daya, dan keterbatasan anggaran menunjukkan adanya hambatan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas program ini. Saran untuk lebih memperhatikan peningkatan pengetahuan petani kopi menjadi kunci dalam memperkuat peran strategis kopi sebagai komoditas unggulan yang mendukung pembangunan dan ketahanan nasional Kabupaten Dairi.