=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193539 =005 20260206101547 =035 ##$$a 0010-0226000623 =245 1#$$a ARTSIPASI POLITIK PENYANDANG DISABILITAS PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2020 : $b SP4N-LAPOR /$c Rio Oktovrian =100 #$$a Rio Oktovrian =250 ##$$a - =300 ##$$a 14 hlm : $b ILUS ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18543 =700 #$$a Heru Rochmansjah =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 323.042 598 483 2 =084 ##$$a 323.042 598 483 2 RIO a =020 ##$$a - =600 #4$$a Partisipasi Politik =520 ##$$a Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah tahun 2020 mengalami perbedaan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2020 dilakukan pemilihan serentak di seluruh Indonesia. Namun, pelaksanaannya pada tahun 2020 dihadapi dengan tantangan utama karena adanya pandemi Covid-19. Angka partisipasi pemilih disabilitas yang sebelumnya (2015) mencapai 87% dan menurun pada tahun (2020) yaitu 67 persen yang tidak menggunakan hak pilih, pemilihan Pilkada Konawe Selatan Tahun 2020 menarik perhatian peneliti untuk mengkaji permasalahan tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini berfokus Untuk mengetahui partisipasi 1 politik penyandang disabilitas dan factor yang menghambat pada Pilkada Konawe Selatan Tahun 2020. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis faktor pendukung partisipasi politik yang mencakup dimensi ransangan politik, Karakteristik Dan Pribadi Seseorang, Karakteristik Sosial, Situasi Politik, Pendidikan Politik serta analisis faktor penghambat yaitu Kebijakan induk organisasi selalu berubah, Pemilih pemula yang otonom, Dukungan yang kurang dari induk untuk mensukseskan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi penyandang disabilitas pada Pilkada Konawe Selatan tahun 2020 relatif rendah yang yang diakibatkan oleh tidak semua penyandang disabilitas dapat mengakses dan mengetahui informasi dari pihak KPU sebagai penyelenggara Pilkada Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2020, rendahnya kesadaran politik penyandang disabilitas mempengaruhi tingkat partisipasi politik, karakteristik sosial penyandang disabilitas yang memiliki kekurangan menjadi faktor yang menentukan partisipasi politik, serta pertimbangan kebutuhan dan kesulitan khusus. Kesimpulan: Partisipasi politik penyandang disabilitas dalam pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2020 masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan data yang ada menunujukkan bahwa partisipasi politik penyandang disabilitas hanya sebanyak 67% padahal target dari KPU sendiri yaitu 80% yang diakibatkan oleh faktor penghambat kebijakan induk organisasi selalu berubah seperti ketidakkonsistenan dalam penentuan lokasi TPS oleh KPU sehingga menyebabkan kesulitan aksesbilitas bagi penyandang disabilitas, penyandang disabilitas yang termasuk pemilih pemula memiliki kekurangan pengetahuan menjadi faktor yang membingungkan penyandang disabilitas dalam menentukan partisipasi politik, serta kurangnya dukungan dari lingkungan membuat penyandang disabilitas menjadi hambatan yang signifikan bagi partisipasi politik pada Pilkada Konawe Selatan tahun 2020.