=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193541 =005 20260206101704 =035 ##$$a 0010-0226000625 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MENGWITANI MELALUI BUMDES SARI WANGI SEDANA DI KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI : $b - /$c Elicia Dewi Yasa, Kadek =100 #$$a Elicia Dewi Yasa, Kadek =250 ##$$a - =300 ##$$a 15 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17669 =700 #$$a Dyah Poespita =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 307.159 862 31 =084 ##$$a 307.159 862 31 ELI p =020 ##$$a - =650 #4$$a pemberdayaan masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang ( GAP ) : Masalah yang ada pada BUMDes Sari Wangi berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat yaitu tidak terdapatnya pengetahuan yang cukup tentang pentingnya kontribusi masyarakat pada kegiatan pemberdayaan melalui BUMDes. Tujuan : Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sari Wangi Sedana di Desa Mengwitani Kabupaten Badung dan faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sari Wangi Sedana Di Desa Mengwitani Kabupaten Badung. Skripsi ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode: penelitian yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data dengan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teori yang digunakan adalah teori Mardikanto (2019). Hasil/Temuan: penelitian menunjukkan bahwa Bina manusia, program dan pelatihan yang diberikan pemerintah dalam kegiatan UMKM ini mampu menciptakan peningkatan penghasilan bagi masyarakat setempat. Bina usaha, bumdes memiliki peranan yang cukup besar sehingga dengan menciptakan suatu produk salah satunya kue masyarakat bisa memperoleh keuntungan. Bina lingkungan, sarana dan prasarana yang disediakan oleh bumdes cukup memadai sehingga sarana dan prasarana tersebut menjadi penentu keberhasilan bumdes dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan. Bina lembaga, bumdes selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi para UMKM. Kesimpulan: pendukung keberhasilan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Desa Mengwitani adalah modal karena modal itu diberikan kepada setiap UMKM untuk dapat memajukan usahanya. Faktor penghambat keberhasilan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Desa Mengwitani Tengkulak dari luar itu masih menggunakan sistem lapangan, masih banyak perampas dari luar sehingga menciptakan kondisi ketidakstabilan di lapangan, danbanyaknya UMKM maka persaingan juga akan sangat ketat sehingga seringkali ditemukan persaingan yang tidak sehat.