=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193575 =005 20260206110018 =035 ##$$a 0010-0226000659 =245 1#$$a KESIAPSIAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT : $b - /$c Lale Azhelia Andini =100 #$$a Lale Azhelia Andini =250 ##$$a - =300 ##$$a 10 : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18983 =700 #$$a Kusworo =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 363.349 598 6 =084 ##$$a 363.349 598 6 LAL k =020 ##$$a - =650 #4$$a Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi =520 ##$$a Pulau Lombok, sebagai letak pertemuan antara subduksi lempeng Australia di bagian selatan dan patahan flores di bagian utara yang mengalami reaktivasi. Kejadian gempa 2018 mengakibatkan lumpuhnya kehidupan masyarakat Kota Mataram selama beberapa waktu akibat dari ketidaktahuan masyarakat dalam kesiapsiagaan. Tujuan : Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan BPBD Kota Mataram dalam pelaksanaannya menghadapi bencana gempa bumi. Metode : Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data. Penulis menggunakan teori kesiapsiagaan dari BRIN/UNESCO (2006) dengan 5 parameter kesiapsiagaan yaitu pengetahuan dan sikap masyarakat, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini dan mobilisasi sumber daya. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa BPBD melaksanakan penanggulangan bencana berdasar pada rencana kontingensi. BPBD melakukan program yaitu sosialisasi gempa dan pemasangan rambu bencana, terdapat sistem peringatan dini WRS dan TEWS, telah mengarsipkan dokumen penting dengan aman. Tetapi terdapat hambatan yaitu kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, kurangnya anggaran bencana kesiapsiagaan dan kurangnya sarana prasarana penanggulangan bencana. Kesimpulan : BPBD Kota Mataram belum optimal karena terdapat kekurangan dalam indikator kesiapsiagaan sehingga penulis menyarankan perbaikan dari permasalahan yg ada dan peningkatan kesiapsiagaan agar siap menghadapi bencana