=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193582 =005 20260206112129 =035 ##$$a 0010-0226000666 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN PETANI PADI OLEH DINAS TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA : $b - /$c Muhammad Mahadir =100 #$$a Muhammad Mahadir =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19416 =700 #$$a Abdul Halim =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 630.598 483 2 =084 ##$$a 630.598 483 2 MUH p =020 ##$$a - =650 #4$$a pertanian =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Skripsi ini membahas tentang pemberdayaan petani padi melalui kelompok tani sebagai upaya meningkatkan hasil panen di Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk memahami peran serta kelompok tani dalam meningkatkan hasil panen padi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberdayaan petani melalui kelompok tani. Metode: Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dimensi pemberdayaan menurut Edi Suharto. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil panen padi melalui berbagai kegiatan seperti penggunaan teknologi pertanian yang lebih baik, pembagian pengetahuan dan pengalaman antaranggota, serta akses yang lebih baik terhadap sumber daya dan bantuan dari pemerintah dan lembaga lainnya. Faktor-faktor seperti keterlibatan aktif petani, dukungan dari pemerintah daerah, serta kerja sama antarpetani dan dengan pihak terkait lainnya juga memainkan peran kunci dalam keberhasilan pemberdayaan petani melalui kelompok tani. Kesimpulan: Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perhatian yang lebih besar terhadap peran kelompok tani dalam meningkatkan hasil panen padi, serta pentingnya dukungan kebijakan dan program yang memfasilitasi pemberdayaan petani di tingkat lokal.