=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193601 =005 20260206123136 =035 ##$$a 0010-0226000685 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA MAGGOT OLEH BADAN USAHA MILIK NAGARI MADANI DI NAGARI SUNGAI AUA KECAMATAN SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT PROVINSI SUMATERA BARAT : $b - /$c Aditya Wirman =100 #$$a Aditya Wirman =250 ##$$a - =300 ##$$a 16 hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19844 =700 #$$a Abdurohim =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 307.159 813 62 =084 ##$$a 307.159 813 62 ADI p =020 ##$$a - =600 #4$$a Pemberdayaan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP):) Penulis berfokus pada permasalahan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak dikarenakan harga pakan ternak yang mahal dan sampah yang banyak ditemukan di Nagari Sungai Aua namun belum bisa dimanfaatkan oleh karena itu dilakukan pemberdayaan budidaya maggot oleh Badan Usaha Milik Nagari Madani di Nagari Sungai Aua. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui budidaya maggot yang dilakukan oleh BUMNag Madani di Nagari Sungai Aua, mengetahui faktor pendukung dan penghambat kegiatan pemberdayaan dan upaya yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Madani untuk mengatasi faktor penghambat yang terjadi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan induktif dan menggunakan teori pemberdayaan menurut (Suharto, 2014). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pemberayaan melalui budidaya maggot oleh BUMNag Madani telah berjalan dengan baik, namun belum optimal dikarenakan masih terdapat kendala dalam pendanaan, kualitas sumber daya manusia dan pemasaran sehingga membuat budidaya maggot belum banyak diminati. Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan budidaya maggot yang dilakukan oleh BUMNag Madani telah berjalan dengan baik melalui kegiatan sosialisasi dan partisipasi aktif dari semua pihak termasuk Pemerinah Daerah Pasaman Barat dan Pemerintah Nagari Sungai Aua, namun belum memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan oleh BUMNag Madani untuk mengatasi kendala ini dengan mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan serta memperbaiki sarana yang dibutuhkan oleh unit usaha Kasik Putih Farm BSF. Guna meningkatkan kegiatan pemberdayaan maggot, disarankan untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan, meningkatkan pemberian modal serta berkolaborasi dengan pihak swasta.