=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193611 =005 20260206125546 =035 ##$$a 0010-0226000695 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN PETAMBAK GARAM DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI GARAM RAKYAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR : $b - /$c Djohana Dwi Saputri =100 #$$a Djohana Dwi Saputri =250 ##$$a - =300 ##$$a 12 hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17809 =700 #$$a Eko Budi Santoso =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 664.459 865 15 =084 ##$$a 664.459 865 15 DJO p =020 ##$$a - =650 #4$$a industri garam dapur =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini berjudul “PEMBERDAYAAN PETAMBAK GARAM DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI GARAM RAKYAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR”. Pelaksanaan penelitian ini dilatar belakangi adanya pelaksanaan program pemberdayaan yang memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat utamanya petambak garam dalam Upaya meningkatkan kuantitas atau produksi garam rakyat di Kabupaten Lombok Timur. Tujuan: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai pemberdayaan petambak garam Kabupaten Lombok Timur dan memaparkan terkait kendala yang dihadapi dalam pemberdayaan ini. Metode: Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Adapun hasil penelitian dilakukan melalui 4 dimensi pemberdayaan sesuai dengan pendapat Mardikanto dan Soebiato yang menunjukkan mengenai upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur terhadap para petambak garam secara garis besar sudah berjalan dengan baik. Kendala yang ditemukan dalam pemberdayaan ini diantaranya diperlukan adanya pendampingan intensif kepada petambak garam, Pola pikir masyarakat yang masih tradisional, belum adanya bantuan modal secara menyeluruh, kurangnya pemahaman dan pengetahuan serta perlu adanya motivasi kepada para petambak garam. Kesimpulan: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur perlu melakukan usulan terkait adanya pendampingan kepada para petambak garam, perlu melakukan pendekatan dan sosialisasi berkala kepada petambak garam sehingga mudah menerima hal-hal baru dari pemerintah, perlu memberikan bantuan secara menyeluruh kepada petambak yang berkompeten bukan hannya pada petambak yang tergabung dalam suatu program saja.