=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193613 =005 20260206010055 =035 ##$$a 0010-0226000697 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KAIN TENUN SUTERA DI DESA PAKKANNA KECAMATAN TANASITOLO KABUPATEN WAJO : $b - /$c Asrina =100 #$$a Asrina =250 ##$$a - =300 ##$$a 12 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18568 =700 #$$a Riani Bakri =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 746.159 847 61 =084 ##$$a 746.159 847 61 ASR p =020 ##$$a - =650 #4$$a seni tenun =520 ##$$a Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Penelitian ini membahas mengenai Pemberdayaan pengrajin Kain Tenun Sutera yang merupakan ciri khas dan paling terkenal di kabupaten Wajo khususnya Desa Pakkanna. Kain tenun sutera sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat karena sebagian besar masyarakat di Desa Pakkanna menjadikan sutera sebagai mata pengcahariannya. Oleh karena itu sutera harus terus dikembangkan dan diberdayakan oleh masyarakat dan pemerintah khusunya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di Desa Pakkanna Kecamatan Tanasitolo. mendekskripsikan pemberdayaan yang dilakukan, faktor penghambat serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera.. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Peneltian ini dianalisis menggunakan Teori Pemberdayaan dari Mardikanto dan Poerwoko. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dilakukan bahwasannya penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera dapat mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya dengan meningkatkan produktifitas. Pada penelitian ini diketahui juga bahwa peran pemerintah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah sangat membantu dan diperlukan dalam UMKM tenun sutera. Namun, masih terdapat beberapa kendala yaitu terbatasnya anggaran, ketersediaan bahan baku, dan menurunnya jumlah perajin tenun sutera, serta regulasi yang mengatur hibah dan bantuan sosial dalam bentuk uang yang berasal dari APBD. Kesimpulan: Dengan masih adanya penghambat dalam pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera di Desa Pakkanna Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo ini membuat pemerintah mengambil beberapa tindakan sebagai untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan pelatihan , menjalin kerjasama antar pemerintah dan masyarakat serta mengatur anggaran untuk pengembangan kain tenun sutera