=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193623 =005 20260206012103 =035 ##$$a 0010-0226000707 =245 1#$$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PROGRAM KOTA TANPA KUMUH DI KELURAHAN DALAM BUGIS KOTA PONTIANAK : $b - /$c Muhammad Zacky Rizkullah =100 #$$a Muhammad Zacky Rizkullah =250 ##$$a - =300 ##$$a 10 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17941 =700 #$$a Hadi Prabowo =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 363.559 832 32 =084 ##$$a 363.559 832 32 MUH c =020 ##$$a - =650 #4$$a permasalahan permukiman =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kawasan kumuh di Kelurahan Dalam Bugis dan proses kolaborasi dalam penanganannya melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses collaborative governance program KOTAKU dalam mengatasi kawasan kumuh di Kelurahan Dalam Bugis Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatankualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara semi terstruktur (9 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah collaborative governance yang dilakukan dalam program KOTAKU dari kelima dimensi menurut teori ansell dan gash (2008) telah berjalan dengan baik kecuali pada dimensi pemahaman bersama. Dalam pelaksanaan program KOTAKU ditemukan faktor penghambat yaitu target yang tidak sesuai dengan tenggat waktu dan program yang tidak berkelanjutan. Kesimpulan: Proses collaborative governance dalam program KOTAKU telah berjalan dengan baik dalam empat dimensi namun tidak pada satu dimensi lainnya dan terdapat beberapa faktor penghambat berjalannya program.