=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193625 =005 20260206012420 =035 ##$$a 0010-0226000709 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN ANAK BERBASIS PENDIDIKAN NONFORMAL MELALUI PROGRAM KOTA LAYAK ANAK (KLA) DI KOTA BIMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT : $b - /$c Nurul Iqlima =100 #$$a Nurul Iqlima =250 ##$$a - =300 ##$$a 15 hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16724 =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 362.759 865 32 =084 ##$$a 362.759 865 32 NUR p =020 ##$$a - =650 #4$$a permasalahan anak dan remaja =520 ##$$a Permasalahan (GAP): Program Kota Layak Anak (KLA) merupakan program yang dikembangkan oleh pemerintah pusat dan dijalankan bersama dengan pemerintah daerah dalam rangka menciptakan generasi yang berkualitas. Program Kota Layak Anak bertujuan untuk memenuhi hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di lingkungannya serta mendapatkan pendidikan yang layak. Tingginya tingkat putus sekolah di Kota Bima masih menjadi permasalahan yang harus di atasi pemerintah. Tujuan: Oleh karena itu, pemerintah Kota Bima menerapkan Program Kota Layak Anak (KLA) dalam menunjang pendidikan anak-anak yang telah putus sekolah. Hal ini dilakukan dengan memberikan pendidikan nonformal melalui Sanggar Kegiatan Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemberdayaan anak berbasis pendidikan nonformal melalui Kota Layak Anak (KLA) di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode: Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif sebagai acuan dalam menyusun penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diawali dengan reduksi data, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori pemberdayaan dari Cook dan Macaulay dengan satu variabel yaitu pemberdayaan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kota Layak Anak memiliki dampak yang positif, terlihat dari sarana dan prasarana yang ramah bagi anak, kemudian pembentukan Forum Anak, dan Sanggar Kegiatan Belajar sebagai fasilitator pada pendidikan nonformal. Kesimpulan: Pada penerapan program masih terdapat kendala seperti permasalahan psikologis anak serta tingkat keyakinan masyarakat yang masih rendah.