=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193627 =005 20260206012822 =035 ##$$a 0010-0226000711 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) PENGOLAHAN RUMPUT LAUT DI DESA MALLARI KECAMATAN AWANGPONE KABUPATEN BONE : $b - /$c Sri Rizky Aprilianti Pahrun =100 #$$a Sri Rizky Aprilianti Pahrun =250 ##$$a - =300 ##$$a 18 hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17682 =700 #$$a Murtir Jeddawi =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 307.159 847 62 =084 ##$$a 307.159 847 62 SRI p =020 ##$$a - =650 #4$$a Pemberdayaan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penelitian ini berjudul “PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) PENGOLAHAN RUMPUT LAUT DI DESA MALLARI KECAMATAN AWANGPONE KABUPATEN BONE”. Pelaksanaan penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya pelaksanaan pemberdayaan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk dalam hal pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Pengolahan Rumput Laut.Selanjutnya peneliti tertarik untuk meneliti mengenai bagaimana pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Mallari Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone kepada Kelompok Usaha Bersama Pengolahan Rumput Laut. Tujuan : Penelitian ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data dan kemudian dianalisis untuk memperoleh hasil yang dapat memberikan gambaran tentang pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Pengolahan Rumput Laut oleh Pemerintah Desa, serta menguraikan faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat.Landasan teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan masyarakat Mardikanto dan Soebito. Empat aspek dalam teori ini meliputi bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data-data yang telah terkumpul dianalisis mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan : Upaya pemerintah dalam mengatasi salah satu hambatan pemberdayaan yang dialami oleh para pelaku kelompok usaha bersama pengolahan rumput laut dalam hal ini, kurangnya pengetahuan akan teknologi para pelaku kelompok usaha bersama pengolahan rumput laut adalah dengan memberikan edukasi mengenai pemahaman terkait perkembangan teknologi. Pendidikan teknologi sangat penting bagi para pelaku usaha pengolahan rumput laut karena teknologi telah menjadi bagian integral dari bisnis modern. Dalam era digital, kehadiran teknologi memungkinkan pelaku kelompok usaha bersama pengolahan rumput laut untuk mengoptimalkan pengelolaan bisnis mereka, meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, dan mencapai lebih banyak pelanggan. Kesimpulan : Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mallari Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone.Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Pengolahan Rumput Laut melalui pembinaan langsung oleh Pemerintah Desa Mallari telah terlaksana. Namun, masih ada faktor penghambat seperti kurangnya sarana prasarana dan kurang mahirnya dalam menggunakan teknologi dalam pelaksanaan program tersebut. Oleh karena itu, peneliti memberikan saran untuk terus memaksimalkan proses pemberdayaan masyarakat dengan menyediakan sarana dan prasarana, serta untuk tetap terus konsisten dalam pelaksanaannya.