=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193630 =005 20260206013947 =035 ##$$a 0010-0226000714 =245 1#$$a PENGEMBANGAN HOME INDUSTRY KERAJINAN ROTAN OLEH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH : $b (Studi di Kecamatan Palu Utara) /$c Raihan Qubays =100 #$$a Raihan Qubays =250 ##$$a - =300 ##$$a 13 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17910 =700 #$$a Abdul Halum =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 633.585 984 431 =084 ##$$a 633.585 984 431 RAI p =020 ##$$a - =650 #4$$a rotan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan Kecamatan Palu Utara yang merupakan salah satu kecamatan di Kota Palu yang memiliki wilayah dengan sumberdaya daya alam berupa rotan yang berlimpah, tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan usaha home industry kerajinan rotan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu di Kecamatan Palu Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Teori Creswel. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (14 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu dalam pelaksanaan pengembangan usaha home industry kerajinan rotan di Kecamatan Palu Utara sudah berjalan dengan baik sesuai dengan tiga dimensi pengembangan, yaitu pendanaan dengan memberikan bantuan berupa peralatan yang dibutuhkan, pembinaan melaui program pelatihan sebanyak dua kali dalam setahun, dan manajerial dengan cara menetapkan standar operasional produk yang dihasilkan. Kesimpulan: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu telah melaksanakan program pelatihan dan pembinaan serta bimbingan teknis yang tepat sebagai upaya dalam mendorong pengembangan usaha home industry kerajinan rotan yang ada di Kecamatan Palu Utara. Disarankan agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu dapat terus memberikan sosialisasi dan menarik minat para perajin rotan agar mau memanfaatkan hasil rotan yang melimpah. Karena jumlah perajin rotan masih sedikit, belum sebanding dengan hasil rotan yang tersedia.