=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193674 =005 20260209090413 =035 ##$$a 0010-0226000758 =245 1#$$a ANALISIS KINERJA PEMERINTAH KOTA DALAM PENANGANAN KEBERSIHAN DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c Muh. Rizqi Ramadhan =100 #$$a Muh. Rizqi Ramadhan =250 ##$$a - =300 ##$$a 12 hlm : $b Ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17627 =700 #$$a Sampara Lukman =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 353.959 847 71 =084 ##$$a 353.959 847 71 MUH a =020 ##$$a - =650 #4$$a Kebersihan Kota =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Penulis befokus pada permasalahan yaitu peningkatan volume sampah dan masyarakat masih kurang edukasi terkait membuang sampah yang mengakibatkan aliran drainase tersumbat oleh sampah, masih kurangnya sarana dan prasarana dalam penanganan kebersihan, bank sampah yang tidak begitu maksimal. Tujuan: tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana Pemerintah Kota Makassar dapat menyelenggarakan penanganan kebersihan secara optimal, faktor penghambat dari penanganan kebersihan, dan upaya apa saja yang dilakukan oleh pemerintah kota dalam mengatasi faktor penghambat. Metode: Penulisan skripsi ini menggunakan jenis metode kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknis analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penanganan kebersihan yang dilakukan atau diupayakan oleh Pemerintah Kota Makassar masih tergolong cukup baik. Namun, belum sepenuhnya optimal dikarenakan terdapat beberapa faktor penghambat seperti kurangnya pemahaman masyrakat terkait pengangkutan sampah, kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, pemungutan retribusi yang masih bersifat konvensional, keadaan TPA antang. Untuk mengatasi faktor penghambat Pemerintah Kota Makassar berupaya untuk melakukan sosialisasi secara berkelanjutan, pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan pada sumber saya manusia, melaksanakan retribusi secara rutin, dan meminimalisirkan dampak negatif sistem open dumping TPA antang. Kesimpulan: Penanganan kebersihan telah berjalan cukup baik namun masih memerlukukan peningkatan dan pengembangan. Dalam penulisan skripsi penulis juga memberikan saran kepada dinas lingkungan hidup serta pemerintah kota terkait permasalahan dan hambatan pada proses penanganan kebersihan di Kota Makassar.