=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193686 =005 20260209091658 =035 ##$$a 0010-0226000770 =245 1#$$a KINERJA BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN DALAM MENYUSUN PROGRAM KERJA KEPALA DAERAH KOTA PADANGSIDIMPUAN /$c Tito Prasetyo =100 #$$a Tito Prasetyo =250 ##$$a - =300 ##$$a 9 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18078 =700 #$$a Ermaya Suradinata =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.235 981 271 =084 ##$$a 352.235 981 271 TIT k =020 ##$$a - =650 #4$$a Manajemen Kinerja =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kinerja adalah unsur yang berpengaruh dalam membuktikan keberhasilan suatu lembaga atau organisasi. kinerja Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Padangsidimpuan dalam menyusun program kerja kepala daerah Kota Padangsidimpuan, apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam menyusun program kerja kepala daerah, serta upaya apa yang dilakukan dalam menyusun program kerja kepala daerah. Tujuan: Mengetahui kinerja bagian protokol dan komunikasi pimpinan dalam menyusun program kerja kepala daerah, mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat di bagian protokol dan komunikasi pimpinan, serta mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan bagian protokol dan komunikasi pimpinan dalam menyusun program kerja kepala daerah kota padangsidimpuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif dengan pendekatan Induktif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kinerja Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam Menyusun Program Kerja Kepala Daerah Kota Padangsidimpuan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor produktivitas, faktor kualitas layanan, faktor responsivitas, faktor responsibilitas, faktor akuntabilitas, akan tetapi masih terdapat faktor penghambat, yaitu pegawai belum mampu berinovasi dalam menysusun program kerja kepala daerah, penggunaan anggaran protokoler belum efisien, kemampuan pegawai protokoler belum bisa mengkordinasikan program kerja kepala daerah. Kesimpulan: Kinerja bagian protokol dan komunikasi pimpinan belum baik dan sangat perlu diperbaiki lagi. Beberapa isu yang muncul tidak hanya disebabkan oleh pegawai protokoler semata, tetapi juga karena perubahan jadwal kepala daerah, ketidaksiapan petugas protokoler di lapangan, preferensi pimpinan, kurangnya kompetensi protokoler, kondisi tempat acara, dan faktor-faktor lainnya.