=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193704 =005 20260209094315 =035 ##$$a 0010-0226000788 =245 1#$$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM E-PROCUREMENT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT /$c Zebua, Jose Eldad Pratama =100 #$$a Zebua, Jose Eldad Pratama =250 ##$$a - =300 ##$$a 15 hlm : $b Ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18354 =700 #$$a Suripto =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.535 982 432 =084 ##$$a 352.535 982 432 ZEB i =020 ##$$a - =650 #4$$a Pengadaan Elektronik =520 ##$$a Pernyataan Masalah/Latar Belakang (GAP): Memiliki latar belakang permasalahan yaitu pengadaan barang dan jasa pemerintah memiliki resiko yang cukup tinggi untuk terjadinya korupsi dan ketidakvalidan administrasi. Tujuan: Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh implementasi kebijakan sistem E-Procurement di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat, serta untuk menganalisis upaya-upaya dalam mengatasi hambatan yang terjadi. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana penelitian ini akan mendeskripsikan keadaan yang asli selama penelitian, melalui cara pengumpulan data kemudian dideskripsikan dalam sebuah analisis dan pendekatan deduktif untuk dapat menjawab rumusan masalah yang ada. Kemudian teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil bahwa pengembangan pegawai di badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia kota bandung sudah berjalan cukup baik dalam dimensi pelatihan, namun dalam dimensi Pendidikan formal masih perlu ditingkatkan dalam aspek pengetahuan . Kesimpulan: Temuan dalam penelitian ini yaitu implementasi kebijakan Eprocurement di Pemerintah daerah sudah berjalan cukup baik. Ada beberapa faktor menjadi penentu berhasil atau tidaknya suatu proses ImpIementasi, yaitu kualitas kebijakan itu sendiri, kecukupan input kebijakan, ketepatan instrumen yang dipakai untuk mencapai tujuan kebijakan, kapasitas implementor, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran, kondisi lingkungan geografi, sosial, ekonomi, dan politik.