=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193706 =005 20260209094513 =035 ##$$a 0010-0226000790 =245 1#$$a STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS GURU PENDIDIKAN DASAR PASCA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN KEEROM PROVINSI PAPUA : $b (Studi Kasus Kecamatan Arso, Kecamatan Waris Dan Kecamatan Senggi) /$c Devi Fitri Yanti =100 #$$a Devi Fitri Yanti =250 ##$$a - =300 ##$$a 12hlm : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14174 =700 #$$a Rizari =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 370.598 817 5 =084 ##$$a 370.598 817 5 DEV s =020 ##$$a - =650 #4$$a pendidikan dasar =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): terdapat penurunan persentase guru layak mengajar pada jenjang Sekolah Dasar pada tahun 2019/2020 persentase guru layak mengajar adalah sebesar 91.93% dan pada tahun 2020/2021 turun menjadi 86.93%. Tujuan:. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang kualitas guru dan merumuskan strategi pendidikan dasar pasca pandemi COVID-19 di Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Metode: Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta dokumentasi, di mana melakukan wawancara secara mendalam terhadap 19 orang yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan (1 orang), Kepala Sekolah SD (3 orang), Guru SD (5 orang), Siswa SD(5 orang), Masyarakat (5 orang) dan dokumentasi, serta menggunakan teori Guru yang profesional dan berkualitas dapat dilihat dari beberapa hal menurut Sardiman (2001: 42) dalam Mas (2017) menyatakan bahwa krakteristik guru yang profesional terdiri dari capable (kemampuan), inovator (Guru Sebagai Pembuat Inovasi), dan developer (Guru Sebagai Pengembang) serta matriks SWOT untuk merumuskan strategi.. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu Kualitas guru pendidikan dasar di Kabupaten Keerom khususnya di Kecamatan Arso Kecamatan Waris dan Kecamatan Senggi perlu ditingkatkan lagi, mengingat guru merupakan bagian penting dari terlaksananya pendidikan yang bermutu. Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom sebagai penanggungjawab penyelenggaraan pendidikan perlu meningkatkan perhatiannya kepada kesejahteraan para guru serta sarana dan prasarana untuk menunjang strategi peningkatan kualitas guru yang ada di tiga kecamatan tersebut. Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa strategi peningkatan kualitas guru pendidikan dasar di Kabupaten Keerom masih perlu dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom, di mana ada empat strategi yang bisa dilakukan yaitu memanfaatkan era digitalisasi dan keleluasaan dalam mengembangkan diri, melalui berbagai kebijakan yang ada seperti kebijakan merdeka belajar dan sekolah penggerak, melakukan pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan jaringan internet untuk mendukung peningkatan kompetensi guru di era digitalisasi dan melakukan monitoring serta evaluasi secara berkala, meningkatkan pelayanan kepada para guru di tengah kondisi geografis serta ketertiban dan ketentraman lingkungan yang kurang aman agar para guru dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi ketentraman dan ketertiban lingkungan serta kepedulian masyarakat terhadap pendidikan.