=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193711 =005 20260209095207 =035 ##$$a 0010-0226000795 =245 1#$$a PERENCANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI /$c Ashiilah Ariij Syahni =100 #$$a Ashiilah Ariij Syahni =250 ##$$a - =300 ##$$a 8 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18186 =700 #$$a Fernandes Simangunsong =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 371.625 981 532 =084 ##$$a 371.625 981 532 ASH p =020 ##$$a - =650 #4$$a Infrastruktur Pendidikan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada permasalahan perencanaan pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tebo yang disebabkan oleh data dapodik tidak diinput sesuai ketentuan oleh tenaga operator sekolah, dan bangunan sekolah yang berdiri diatas lahan milik swasta yang mengakibatkan perkembangan pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tebo menjadi tidak maksimal. Hal ini membutuhkan tindakan khusus dari pemerintah untuk mencari penyelesaian masalah perencanaan pembangunan pada bidang pendidikan di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Tujuan : Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, untuk mengetahui dan menganalisis faktor – faktor pendukung dan penghambat perencanaan pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, untuk mengetahui dan menganalisis upaya – upaya mengatasi faktor penghambat perencanaan pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode desktiptif dan pendekatan induktif, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan : Data dapodik yang diinput oleh tenaga operator tidak sesuai dengan ketentuan pengisian data yang dimiliki pemerintah pusat sehingga menghambat progress data yang masuk dan berdampak kepada Dana Alokasi Anggaran (DAK) pendidikan yang didapatkan oleh pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Kesimpulan : Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo mengatasi masalah input data dapodik yang menghambat perencanaan pembangunan dengan memberikan pelatihan oleh ahli profesional dari tim fasilitator kementerian.