=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193713 =005 20260209095355 =035 ##$$a 0010-0226000797 =245 1#$$a PELAKSANAAN ANALISIS JABATAN DALAMRANGKAPENEMPATAN PNS DI BADAN KEPEGAWAIANDANPENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATENPANIAI PROVINSI PAPUA TENGAH : $b - /$c Yubelina Sekila Papuana Pigome =100 #$$a Yubelina Sekila Papuana Pigome =250 ##$$a - =300 ##$$a 11hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13865 =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 658.407 598 812 1 =084 ##$$a 658.407 598 812 1 YUB p =020 ##$$a - =650 #4$$a manajemen Kepegawaian =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masalah BKPSDMKabupatenPaniai masih ditemukan pegawai yang ditempatkan tidak sesuai antara jabatanyangdiduduki dengan kompetesi, serta latar belakang pendidikan yang dimilikinyadan belum diterapkannya prinsip “ the right man on the right place” ataumenciptakan aparatur yang berdaya guna dan tepat guna. Tujuan: Penelitianriset terapan pemerintahan ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui sertamendeskripsikan tentang bagaimana hasil analisis jabatan yang di terapkandalam penempatan pegawai dengan menggunakan prinsip “tha right manontha right place”. Metode: Penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif serta pendekatan induktif. Sementara itu, teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakanteknikwawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi, serta teknik diskusi terfokus. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Paniai, sudah melaksanakan analisis jabatan. dalampelaksanaan analisis jabatan dalam rangka penempatan pegawai negeri sipil terdapat hambatan, yaitu kurangnya pegawai negeri sipil yang tersedia. Kurangnya ketegasan dari pimpinan, dan kurangnya pegawai yangberkompetensi. Adapun upaya yang dilakukan yaitu, menjadi pemimpinyangtegas, melakukan perekrutan pegawai negeri sipil, serta meningkatkankompetensi pegawai melalui pendidikan dan pelatihan. Kesimpulan: Hasil kesimpulan penelitin adalah pada Badan Kepegawaian dan PengembanganSumber Daya Manusia Kabupaten Paniai belum efektif dalammelaksanakananalisis jabatan dalam rangka penempatan pegawai.Saran yang dapat peneliti berikan yaitu, melaksanakan penempatan pegawai berdasarkan hasil dari analisis jabatan dengan menggunakan prinsip “tha right man on tha right place”, melaksanakan perekrutan pegawai negeri sipil sesuai dengan kebutuhanjabatan, dan meningkatkan ketegasan dari pimpinan Badan KepegawaiandanPengembangan Sumber Daya Manusia dengan cara memberikan pemahamankepada pegawai lewat apel dan/atau rapat, serta meningkatkan kompetensi pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya ManusiaKabupaten Paniai melalui pendidikan dan pelatihan.