=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193715 =005 20260209095648 =035 ##$$a 0010-0226000799 =245 1#$$a OPTIMALISASI PELAYANAN PERIZINAN UMKM MELALUI ONLINE SINGLE SUBMISSION RISK BASED APPROACH (OSS-RBA) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c BELY CHAIZAR ARIANO IWANA =100 #$$a BELY CHAIZAR ARIANO IWANA =250 ##$$a - =300 ##$$a 12 hlm : $b Ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18956 =700 #$$a Ermaya Suradinata =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.385 984 832 =084 ##$$a 352.385 984 832 BEL o =020 ##$$a - =650 #4$$a Perizinan Berusaha Berbasis Risiko =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kajian mengenai pelayanan publik yang dilakukan oleh dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Kabupaten Konawe Selat an dalam pelaksanaan pelayanan OSS-RBA di kabupaten konawe selatan masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya mengurus perizinan usaha bagi UMKM khusunya, akses jaringan yang belum merata menyebabkan masyarakat kecil sulit mengakses OSS-RBA, kurangnya pemahaman masyarakat terkait penggunaan sistem OSS-RBA, kurangnya aparatur yang memiliki pemahaman terkait teknologi serta sarana dan prasarana yang masih kurang memadai menarik perhatian peneliti untuk mengkaji secara komprehensif permasalahan tersebut. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran aktual terhadap kendala serta Upaya yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk mengatasi hal tersebut. Metode: Melalui metode kualitatif dan analisis deskriptif dengan pisau analsisis konsep optimalisasi menurut Sinringoringo dalam Yuniar tahun 2017 dengan dimensi tujuan optimalisasi, alternatif keputusan, dan sumber daya yang dibatasi penulis gunakan untuk menganalisis permasalahan pelayanan OSS-RBA di kabupaten konawe Selatan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan perizinan UMKM melalui OSS-RBA di DPMPTSP Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara sudah cukup baik namun belum optimal seperti hingga saat ini belum semua pelaku UMKM di Kabupaten Konawe Selatan mengurus izin usaha, kurangnya pegawai yang memiliki latar belakang yang memahami teknologi dan perlunya pelatihan dan bimbinan dalam melaksanakan pelayanan memalui OSSRBA, down server Aplikasi website OSS-RBA. Adapun penghambat dari pelayanan perizinan UMKM melalui OSS-RBA di DPMPTSP Kabupaten Konawe Selatan yaitu kesadaran masyarakat akan pentingnya legalitas izin usaha, kurangnya pemahaman masyarakat terkait pengunaan aplikasi website OSS-RBA, sumber daya ASN yang kurang disiplin kerja, perlu meningkatkan inovasi pegawai. Kesimpulan: Pelayanan perizinan UMKM melalui OSS-RBA di DPMPTSP Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara sudah cukup baik namun belum optimal seperti belum semua pelaku UMKM di Kabupaten Konawe Selatan mengurus izin usaha bahkan 2 dari 5 yang peneliti temukan tidak memiliki izin usaha, DPMPTSP Kabupaten Konawe Selatan masih kurang masif melakukan sosialisasi tentang pentingnya izin usaha, kendala down server sehingga sulit diakses. Upaya yang dilakukan yaitu melakukan sosialisasi dan pelayanan jemput