=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193751 =005 20260209014059 =035 ##$$a 0010-0226000835 =245 1#$$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c MUCHAMAD ALFAN TRI DARMAWAN =100 #$$a MUCHAMAD ALFAN TRI DARMAWAN =250 ##$$a - =300 ##$$a 9 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14785 =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 577. 598 483 1 =084 ##$$a 577. 598 483 1 MUC i =020 ##$$a - =650 #4$$a Lingkungan Hidup =520 ##$$a Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang sedang hangat diperbincangkan dilingkungan masyarakat kota Kendari terkait pengelolaan sampah. Setiap kegiatan manusia dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari akan menghasilkan sampah yang sebagai akibatnya bisa mencemari lingkungan disekitarnya. Pengelolaan sampah di Kota Kendari masih perlu ditingkatkan lagi mengingat kedepannya akan banyak tantangan dan kendala dalam pengelolaan sampah dalam mendukung pengelolaan sampah secara mandiri. Kebijakan Pengelolaan Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari merupakan bentuk dari upaya pemerintah yang bertujuan sebagai dasar hukum untuk menciptakan Kota Kendari yang bersih dari sampah. Tujuan: Merujuk dari permasalahan tersebut, Tujuan Penelitian yakni untuk mengetahui bagaimana Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulis menggunakan teknis analisis data dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari belum terlaksana secara optimal hal ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah, sehingga dapat dikatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan pemerintah belum maksimal dan belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Kesimpulan: Pemerintah Kota Kendari harus selalu mengedukasi masyarakat Kota Kendari dalam membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan mengajarkan agar tidak apatis terhadap lingkungan sekitar. serta menambah jumlah petugas yang berusia masih produktif karena dalam proses pengangkutan kerumah- rumah dan membawa sampah ke TPA membutuhkan tenaga yang besar sehingga proses pengelolaan sampah berjalan baik dan optimal, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai perwakilan dan Pemerintah Kota Kendari masih harus menyediakan sarana dan prasarana pendukung lainnya yang dinilai kurang agar proses pengelolaan sampah berjalan baik dan optimal.