=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193778 =005 20260209071756 =035 ##$$a 0010-0226000862 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LANSIA MELALUI KEGIATAN KERATON YOGYAKARTA : $b (STUDI KASUS ABDI DALEM PUNAKAWAN TEPAS) /$c Bagas Raka Wicaksana =100 #$$a Bagas Raka Wicaksana =250 ##$$a - =300 ##$$a 8 hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15267 =700 #$$a - =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 307.159 827 =084 ##$$a 307.159 827 BAG p =020 ##$$a - =650 #4$$a Pemberdayaan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan Masyarakat merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi dikarenakan setiap daerah memiliki kesejahteraanyang berbeda-beda. Pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pemerintah pasti memiliki beberapa kendala yang terjadi terutama pada para lansia yang khsusnya pada abdi dalem punakawan tepas Keraton Yogyakarta. Tujuan: Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui apa saja pemberdayaan masyarakat lansia di Keraton Yogyakarta, faktor penghambat pemberdayaan lansia di Keraton Yogyakarta dan upaya yang perlu dilakukan Keraton Yogyakarta untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualiatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Pemberdayaan lansia di Kawedanan Widyabudaya Keraton Yogyakarta masih dihadapkan dengan beberapa kendala saat mengajarkan ilmu pada abdi dalem yang utamanya usia paraabdi dalem sudah memasuki usia lanjut. Selain itu, para abdi dalem banyak yang masih belum menemukan tujuan dan perubahan sikap yang dilakukanuntuk mengabdi kepada Keraton Yogyakarta. Walaupun terdapat beberapamasalah namun ada keunggulan yang dimiliki diantaranya keahlian dan motivasi para abdi dalem. Kesimpulan: Pemberdayaan masyarakat lansia yang dilakukan oleh KeratonYogyakarta masih belum berjalan dengan maksimal. Hal tersebut disebabkan oleh faktor usia abdi dalem yang sudah memasuki lanjut usia, faktor tujuan untuk mengabdi masih belum ditemukan yang sebenarnya sebagai jalan mencari ketentraman hati.