=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193807 =005 20260210091137 =035 ##$$a 0010-0226000891 =245 1#$$a KOORDINASI PEMERINTAHAN DALAM MENYELESAIKAN MOBILISASI ANGKUTAN TAMBANG BATU BARA DI PROVINSI JAMBI /$c SIREGAR, GILANG KURNIAWAN =100 #$$a SIREGAR, GILANG KURNIAWAN =250 ##$$a - =300 ##$$a 13 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19459 =700 #$$a Fernandes Simangunsong =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 354.759 815 =084 ##$$a 354.759 815 SIR k =020 ##$$a - =650 #4$$a Koordinasi Pemerintahan =520 ##$$a Latar Belakang (GAP): Skripsi ini berjudul “Koordinasi Pemerintahan Dalam Menyelesaikan Mobilisasi Angkutan Tambang Batu Bara Di Provinsi Jambi”. Penelitian ini mengkaji isu penting mengenai mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi, yang membutuhkan koordinasi 2 pemerintahan yang efektif untuk mengelola mobilisasi tersebut secara efisien. Namun, masih terdapat tantangan yang perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis koordinasi pemerintahan dalam menyelesaikan mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat koordinasi pemerintahan serta upaya mengatasi faktorfaktor penghambat tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah proses manajemen yang mencakup konsep koordinasi menurut Taliziduhu Ndraha, yang mencakup tujuh aspek: ada tidaknya komunikasi, kesadaran pentingnya koordinasi, kompetensi partisipan, kesepakatan dan komitmen, penetapan kesepakatan oleh pihak yang berkoordinasi, insentif koordinasi, dan feedback. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, dapat disimpulkan bahwa koordinasi pemerintahan dalam menyelesaikan mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi sudah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan. Faktor pendukung dan penghambat proses koordinasi berasal dari internal dan eksternal Pemerintah Provinsi Jambi. Kesimpulan: Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat adalah mengoptimalkan kinerja pelaksana koordinasi dengan komitmen kerja ikhlas dan cerdas serta melakukan inovasi yang dapat berguna bagi perkembangan penyelesaian permasalahan mobilisasi angkutan tambang batu bara.