=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193820 =005 20260210092417 =035 ##$$a 0010-0226000904 =245 1#$$a PENGARUSUTAMAAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT : $b - /$c Toni Saputra =100 #$$a Toni Saputra =250 ##$$a - =300 ##$$a 8 : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17967 =700 #$$a Muslim =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 363.345 982 4 =084 ##$$a 363.345 982 4 TON p =020 ##$$a - =650 #4$$a bencana alam =520 ##$$a Penelitian ini berfokus pada permasalahan pembangunan di Kabupaten Majalengka yang kurang memperhatikan dan mempertimbangkan pengurangan risiko bencana tanah longsor dalam setiap perencanaannya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengarusutamaan pengurangan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis terhadap pengarusutamaan pengurangan risiko bencana tanah longsor menurut Teori Sutiyo & Eva. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (6 informan), observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pengarusutamaan pengurangan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Majalengka kurang berjalan dengan baik dan terdapat beberapa hambatan yaitu kurangnya anggaran, mindset masyarakat dan ego sektoral antar instansi yang masih tinggi. Kesimpulan: Pengarusutamaan pengurangan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Majalengka belum berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan ada beberapa dimensi yang masih belum terpenuhi yaitu pembiayaan, integrasi serta political will. Guna meningkatkan pengarusutamaan pengurangan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Majalengka, disarankan untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggaran tambahan, menginisiasi forum atau pertemuan rutin antar instansi pemerintah, meningkatkan kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengurangan risiko bencana, meningkatkan advokasi kepada pemerintah daerah dan lembaga terkait serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak.