=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193823 =005 20260210092723 =035 ##$$a 0010-0226000907 =245 1#$$a EVALUASI KEBIJAKAN TUGAS PEMBANTUAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAWASAN TRANSMIGRASI DI DESA BATU AMPAR KABUPATEN BENGKULU SELATAN PROVINSI BENGKULU /$c Pragata Samban Cahyadi =100 #$$a Pragata Samban Cahyadi =250 ##$$a - =300 ##$$a 15 hlm : $b Ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19989 =700 #$$a Lina Marlina =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 307.259 817 22 =084 ##$$a 307.259 817 22 PRA e =020 ##$$a - =650 #4$$a Transmigrasi =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Program pembangunan kawasan transmigrasi merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan kependudukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal. Di Desa Batu Ampar, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, pelaksanaan program ini menghadapi berbagai tantangan dan memerlukan evaluasi mendalam untuk mengidentifikasi keberhasilan serta tantangan dalam implementasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan tugas pembantuan program pembangunan kawasan transmigrasi di Desa Batu Ampar, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan program, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan strategi implementasi di masa mendatang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan stakeholders terkait, dan analisis dokumen program. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya signifikan untuk memajukan kawasan transmigrasi, program ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Pengelolaan sumber daya dan dana program dinilai cukup efisien, namun masih ada ruang untuk peningkatan. Selain itu, meskipun anggaran yang dialokasikan sudah signifikan, diperlukan strategi untuk mencari sumber dana tambahan. Implementasi program masih belum merata dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat dinilai positif, namun memerlukan peningkatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan tugas pembantuan program pembangunan kawasan transmigrasi di Desa Batu Ampar memerlukan perbaikan pada beberapa aspek untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar dalam pelaksanaannya.