=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193831 =005 20260210093508 =035 ##$$a 0010-0226000915 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN PURWOREJO PROVINSI JAWA TENGAH : $b - /$c Miftah Rahmat Nur Sidik =100 #$$a Miftah Rahmat Nur Sidik =250 ##$$a - =300 ##$$a 10 : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17779 =700 #$$a - =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 363.349 259 826 =084 ##$$a 363.349 259 826 MIF p =020 ##$$a - =650 #4$$a banjir =520 ##$$a Kabupaten Purworejo memiliki indeks resiko bencana dan jumlah kejadian banjir yang tinggi pada lima tahun terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo menyikapi hal tersebut dengan melakukan pemberdayaan masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir. Upaya pemberdayaan yang dilakukan Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo belum menjangkau seluruh desa yang masuk ke daerah rawan banjir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah dan apa saja yang menjadi faktor penghambatnya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan perdekatan induktif untuk mengembangkan teori pemberdayaan masyarakat menurut 2 Mardikanto (2010:73) yang terdiri atas enam dimensi yaitu pemberdayaan sebagai proses perubahan, pembelajaran, peningkatan kapasitas, perubahan sosial, pembangunan masyarakat dan partisipasi masyarakat. Teknis pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: keenam dimensi pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir sebagai proses perubahan, pembelajaran, peningkatan kapasitas, perubahan sosial, pembangunan masyarakat dan partisipasi masyarakat telah terlaksana dengan sosialisasi, pelatihan dan simulasi tanggap darurat bencana, dan pembentukan kelembagaan penanggulangan bencana namun masih terdapat beberapa hambatan dalam efektivitas pemberdayaan, seperti kurangnya prioritas terhadap penanganan banjir, keterbatasan anggaran, dan rendahnya kesadaran masyarakat akan bahaya banjir. Kesimpulan: Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Purworejo telah terlaksana namun masih mendapati hambatan yang menyebabkan belum optima