=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193833 =005 20260210093743 =035 ##$$a 0010-0226000917 =245 1#$$a IMPLEMENTASI PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA /$c MASSOLO, REGIANTO YISWA =100 #$$a MASSOLO, REGIANTO YISWA =250 ##$$a - =300 ##$$a 10 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18926 =700 #$$a . Meliasta Hapri Tarigan =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 362.159 839 11 =084 ##$$a 362.159 839 11 MAS i =020 ##$$a - =650 #4$$a Pencegahan dan Penanggulangan =520 ##$$a Latar Belakang (GAP): Permasalahan dalam penelitian adalah implementassi program penurunan stunting di Kota Tarakan sudah adanya penurunan angka stunting setiap tahunnya akan tetapi belum memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah kota Tarakan. Kajian pelaksanaan kebijakan implementasi menggunakan teori Van Meter dan Van Horn, dalam penelitian ini fokus terhadap aspek program yang dijalankan, upaya pemerintah, faktor dukungan dan hambatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis data melalui teori untuk mengetahui dan memahami implementasi percepatan penurunan stunting terhadap seluruh pelaksana program dalam melaksanakan program. Metode: Metode penelitian menggunakan kualitatif untuk mengetahui proses pelaksanaan program, sehingga dapat menjelaskan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan pengambilan dokumentasi untuk penelitian. Penelitian dilakukan secara purpossive, sesuai dengan keperluan dan tujuan 2 penelitian, informan terbagi 4 yaitu dinas kesehatan, satgas stunting, puskesmas dan masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan percepatan penurunan stunting sudah diupayakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tarakan, namun harus terus ditingkatankan agar dapat menyelesaikan kendala dalam pelaksanaannya. Kesimpulan: Beberapa saran yang dapat diberikan agar implementasi percepatan penurunan stunting sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yaitu, peningkatan kualitas masyarakat dalam berpatisipasi dalam program pemerintah, dengan pendampingan langsung kepada masyarakat untuk lebih mengetahui tentang bahaya stunting pada anak. Serta peningkatan kualitas masyarakat dengan ikut serta disetiap program atau sosialisasi dari pemerintah.