=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193900 =005 20260210105738 =035 ##$$a 0010-0226000984 =245 1#$$a KOLABORASI PENANGANAN KEGAWATDARURATAN BENCANA MELALUI PROGRAM LAKA SI LASER (Studi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan) : $b - /$c Muh.Yusuf Adullah =100 #$$a Muh.Yusuf Adullah =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17257 =700 #$$a Irfan Uluputty =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 363.348 598 47 =084 ##$$a 363.348 598 47 MUH k =020 ##$$a - =650 #4$$a Tanggap darurat =520 ##$$a Penulis berfokus pada permasalahan kolaborasi penanganan keadaan darurat bencana dengan Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) melalui program LAKA SI LASER. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi dinamika kolaborasi, tindakan kolaborasi, dan dampak serta adaptasi dalam proses kolaborasi penanganan kegawatdaruratan bencana alam yang terjadi yang ada di Kabupaten Pinrang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan konsep collaborative governance yang di kemukakan oleh Emerson. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu Kolaborasi penanganan kegawatdaruratan bencana melalui program LAKA SI LASER menunjukkan fakta dalam menghadapi keadaan darurat bencana kolaborasi yang dilakukan tidak melibatkan semua instansi dalam mengahadapi keadaan darurat bencana, fasilitas yang minim dalam melakukan penanganan kegawatdaruratan benacan. Namun, kolaborasi yang dilakukan memberikan manfaat masing-masing instansi yang ikutserta dalam kolaborasi menangani kegawatdaruratan bencana. Kesimpulan: Kolaborasi penanganan kegawatdaruratan bencana melalui program laka silaser di BPBD Kabupaten Pinrang tidak berjalan dengan baik. Hal ini ditandai dengan tidak efektifnya dinamika kolaborasi dan tindakan kolaborasi dalam menangani kegawatdaruratan bencana melalui program LAKA SI LASER.