=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193905 =005 20260210110506 =035 ##$$a 0010-0226000989 =245 1#$$a EVALUASI PELAKSANAAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT : $b - /$c Sela Pebri Valentina =100 #$$a Sela Pebri Valentina =250 ##$$a - =300 ##$$a 12 : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17075 =700 #$$a Muh Ilham =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 363.349 259 824 =084 ##$$a 363.349 259 824 SEL e =020 ##$$a - =650 #4$$a banjir =520 ##$$a : Perubahan iklim global yang cukup ekstrem dapat terjadi bencana seperti bencana banjir yang dapat merugikan manusia dan menjadi tantangan termasuk di Kabupaten Bandung karena dapat merugikan masyarakat seperti dampak korban jiwa dan harta benda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung turut serta menangani seluruh bencana yang terjadi di Kabupaten Bandung dengan mengurangi risiko bencana melalui pencegahan dan kesiapsiagaan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Evaluasi Pelaksanaan Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif dan evaluasi menggunakan teori William N. Dunn. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan membuat kesimpulan. Hasil/Temuan: Dalam pelaksanaan kesiapsiagaan bencana banjir di Kabupaten Bandung dikatakan berjalan baik dengan dilakukannya program pelayanan informasi rawan bencana, pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana dan pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana meskipun masih terkendala sarana dan prasarana terbatas, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan terbatasnya penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan kesiapsiagaan bencana banjir di Kabupaten Bandung dari segi efektivitas, ketepatan, efisiensi, perataan, kecukupan dan responsivitas bisa dikatakan baik, hal ini didukung dengan peran pemerintah juga seluruh peran pentahelik. Guna meningkatkan kesiapsiagaan bencana banjir perlu melakukan perekrutan dan pelatihan SDM, Perawatan sarana dan prasarana dan peningkatan penyebaran informasi dan komunikasi.