=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193910 =005 20260210111050 =035 ##$$a 0010-0226000994 =245 1#$$a PERAN DINAS KETENAGAKERJAAN DALAM MENGATASI PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Bambang Yodi Wibisono =100 #$$a Bambang Yodi Wibisono =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 hlm : $b Ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14920 =700 #$$a Ela Lesmanawaty Wargadinata =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 331.598 121 1 =084 ##$$a 331.598 121 1 BAM p =020 ##$$a - =650 #4$$a ketenagakerjaan =520 ##$$a Penelitian ini di latarbelakangi atas dasar angka pengangguran di Kota Medan Prov. Sumatera Utara selalu mengalami peningkatan disetiap tahun, hal ini dikarenakan banyak nya pencari kerja dengan tingkat pendidikan rendah, minim dalam hal keterampilan dan keahlian sehingga kualifikasi perusahaan tidak dapat terpenuhi, terlebih lagi kesempatan kerja yang tersedia sangat terbatas, karena faktor tersebut, Disnaker Kota Medan Prov. Sumatera Utara bertugas untuk menurunkan angka pengangguran di Kota Medan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi dinas ketenagakerjaan dalam menurunkan angka pengangguran di Kota Medan Prov. Sumatera Utara. Metode: . Penelitian ini memakai teori menurut Siagian (2000: 142-150), dimana teori tersebut memiliki peran yang dibagi menjadi tiga dimensi, yaitu, peran sebagai Inovator, peran sebagai Modernisator dan peran sebagai Pelopor. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif, yaitu melalui teknik wawancara dan observasi serta dokumentasi. Hasil/Temuan: Bersumber pada hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan peran DISNAKER sudah berjalan secara baik tetapi tidak dikatakan secara maksimal. Adapun faktor yang mempengaruhi meningkatnya angka pengangguran, seperti belum adanya kebijakan khusus terkait dengan pengangguran, rendahnya pendidikan para pencari kerja, keterampilan dan keahlian yang masih minim, serta keterbatasannya lowongan kerja sehingga para pencari kerja masih sulit untuk di tempatkan. Kesimpulan: Peran Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan sebagai Inovator dalam menurunkan angka pengangguran di Kota Medan Prov. Sumatera Utara ini tentunya sudah membuat beberapa inovasi, salah satunya mendata berbagai pelaku industri maupun pelaku usaha guna membangun link komunikasi antara para pencari kerja maupun yang membutuhkan pekerja untuk bekerja, hal ini masih saja belum berjalan lancar dikarenakan kurangnya kesadaran dari pihak pengangguran akan adanya promosi dalam pengisian lowongan pekerjaan.