=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193924 =005 20260210112912 =035 ##$$a 0010-0226001008 =245 1#$$a RESILIENSI TERHADAP PENGURANGAN RISIKO BENCANA LIKUEFAKSI DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH : $b - /$c Julianti Amalia Imran =100 #$$a Julianti Amalia Imran =250 ##$$a - =300 ##$$a 9 : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17600 =700 #$$a - =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 363.347 598 44 =084 ##$$a 363.347 598 44 JUL r =020 ##$$a - =650 #4$$a Gempa bumi =520 ##$$a enulis berfokus pada permasalahan besarnya dampak yang ditimbulkan dari bencana likuefaksi yang terjadi pada tahun 2018 dan kurangnya perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap peningkatan ketahanan dalam menghadapi bencana likuefaksi di Kota Palu provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mitigasi, adaptasi, dan inovasi bencana dalam resiliensi terhadap risiko bencana likuefaksi di Kota Palu provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu telah melakukan beberapa upaya mitigasi, adaptasi dan inovasi bencana likuefaksi, meskipun masih terkendala oleh sarana dan prasarana, anggaran, regulasi, serta referensi dan penelitian terkait bencana likuefaksi yang masih minim. Kesimpulan: Pelaksanaan resiliensi terhadap risiko bencana likuefaksi di Kota Palu masih belum optimal, karena masih banyaknya kendala yang dihadapi. Oleh karena itu peningkatan penelitian, regulasi yang kuat, pendanaan yang memadai, dan pengadaan sarana serta prasarana yang cukup sangat diperlukan untuk meningkatkan resiliensi terhadap risiko bencana likuefaksi di Kota Palu.