=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193931 =005 20260210113733 =035 ##$$a 0010-0226001015 =245 1#$$a STRATEGI MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN : $b - /$c Indah Aqilah =100 #$$a Indah Aqilah =250 ##$$a - =300 ##$$a 13 : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17448 =700 #$$a - =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 363.345 981 61 =084 ##$$a 363.345 981 61 IND s =020 ##$$a - =600 #4$$a bencana alam =520 ##$$a Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi Kota Palembang. Peristiwa Banjir ini sering disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi sehingga diperlukannya penanganan mitigasi bencana banjir. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana merupakan organisasi pemerintahan daerah yang berperan sebagai Leading Sector di Kota Palembang dalam tugas penyelenggaraan urusan penanggulangan bencana bersama dengan organisasi lainnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kegagalan bencana banjir dan strategi yang tepat dalam mitigasi bencana banjir di Kota Palembang. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang belum cukup baik dalam menangani bencana banjir dibuktikan dengan kebijakan yang belum terealisasikan dengan sistematis, infrastruktur mitigasi yang belum memadai, dan kurang adanya keterlibatan masyarakat dalam penanganan bencana banjir. Adapun strategi yang tepat dalam mitigasi bencana banjir di Kota Palembang yang dibuktikan melalui metode strategi pengambilan keputusan ASOCA ialah memanfaatkan anggaran yang tersedia untuk melaksanakan pelatihan maupun simulasi dalam mitigasi banjir, meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kegiatan mitigasi Bencana Banjir , meningkatkan kualitas pegawai dinas dalam mitigasi bencana, mempertahankan kearifan lokal yaitu rumah panggung dan rumah rakit guna meminimalisir banjir serta meningkatkan keterlibatan masyarakat yaitu rutin bergotong royong dalam mitigasi bencana banjir. Kesimpulan: Penanganan mitigasi bencana banjir di Kota Palembang belum maksimal sehingga diperlukannya strategi mitigasi bencana banjir yang tepat untuk meminimalisir bencana banjir di Kota Palembang.