=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193935 =005 20260210125639 =035 ##$$a 0010-0226001019 =245 1#$$a EFEKTIVITAS KINERJA APLIKASI I-INDRAMAYU SEBAGAI PELAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN INDRAMAYU, PROVINSI JAWA BARAT : $b - /$c Yuli Handini Dwi Amalia Putri =100 #$$a Yuli Handini Dwi Amalia Putri =250 ##$$a - =300 ##$$a 13 hlm : $b Ilus ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15355 =700 #$$a Rotzami =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 25.042 598 245 3 =084 ##$$a 25.042 598 245 3 YUL e =020 ##$$a - =650 #4$$a Perpustakaan Digital =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): (Berisi background yang melatarbelakangi penelitian). Penulis berfokus pada permasalahan Efektivitas kinerja dari aplikasi I-Indramayu sebagai pelayanan perpustakaan berbasis digital di Kabupaten Indramayu. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas kinerja dari aplikasi IIndramayu dalam pelayanan perpustakaan berbasis digital di Kabupaten Indramayu. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi IIndramayu di Kabupaten Indramayu berdasarkan dari lima dimensi yang dikaji pada teori efektivitas Sutrisno (2007:125-126) sebagian besar sudah berjalan efektif dimana faktor penghambat efektivitas berupa anggaran serta sarana dan prasarana yang kurang, minimnya kualitas dari pegawai dan sosialisasi yang kurang. Upaya guna mengatasi hambatan dengan memaksimalkan anggaran serta sarana prasarana, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan semakin gencar melakukan sosialisasi. Adapun saran yang diberikan oleh peneliti adalah terus mengembangkan aplikasi I-Indramayu agar dapat digunakan secara maksimal serta tetap mempertahankan apa yang telah baik. Kesimpulan: Efektivitas aplikasi I-Indramayu ini belum efektif namun selama pandemi covid-19 penggunaan dari aplikasi ini terus berjalan dan mengalami penaikan yang lumayan banyak dikarenakan kemudahan dalam membaca buku secara digital yang mana saat itu pemerintah menganjurkan untuk membatasi kegiatan diluar atau protokol kesehatan. Lalu adanya pelatihan para admin namun disisi lain masih sedikitnya masyarakat mengetahui aplikasi ini serta koleksi buku yang belum diperbaharui namun sasaran dari program aplikasi I-Indramayu sudah tercapai.