=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193949 =005 20260210014551 =035 ##$$a 0010-0226001033 =245 1#$$a OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET GEDUNG DAN BANGUNAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN /$c Hasfi Nurul Falah =100 #$$a Hasfi Nurul Falah =250 ##$$a - =300 ##$$a 7 hlm : $b Ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15276 =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 336.025 982 632 =084 ##$$a 336.025 982 632 HAS o =020 ##$$a - =650 #4$$a Pendapatan Asli Daerah =520 ##$$a Pemanfaatan Aset Daerah menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang cukup besar. Salah satu aset yang dapat dijadikan sumber pendapatan daerah aslah Aset Gedung dan Bangunan. Segala bentuk pemanfaatan aset gedung dan bangunan yang diantaranya sewa, Kerjasama pemanfaatan, pinjam pakai, bangun serah gunan dan bangun guna serah. Segala bentuk pemanfaatan yang dilakukan oleh Pemkab Pekalongan ternyata masih kurang optimal yang dapat dilihat melalui LRA Kab. Pekalongan Tahun 2021, dalam laporan terrsebut menunjukan bahwasanya Pemanfaatan aset gedung dan bangunan jauh lebih kecil dibandingkan dengan hasil penjualan aset tersebut. Tujuan : Tujuan penelitian, yaitu untuk menganalisis dan mengetahui cara untuk mengoptimalisasi pemanfaatan aset gedung dan bangunan yang ada di Kab. Pekalongan Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekataninduktif dan analisis terhadap teori Siringoringo mengenai Optmalisasi dan teori Siregar mengenai pemanfaatan aset/barang milik daerah.Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Pemanfaatan aset gedung dan bangunan di Kab. Pekalongan telah sesuai dengan prosedur dan dapat dilaksanakan dengan baik namun masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Kesimpulannya bahwa pelaksanaan pemanfaatan aset gedung dan bangunan yang dilaksanakan oleh BPKD Kab. Pekalongan mendapati kendala secara intern dan ekstern. Dimana kendala intern yag dialami seperti penguasaan pengelola aset di bidang Iptek masih kurang, sedangkan kendala ekstern seperti Ketika BPKD melakukan Kerjasama pemanfaatan dengan pihak ketiga, pihak ketiga tersebut terkadang melakukan kecurangan yang tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan Upaya dalam mengatasi hambatan yaitu dalam contoh hambatan intern dengan cara melakukan bimtek untuk penguasaaan para pengelola aset terhadap teknologi terkhusus penguasaan Microsoft office dan basic computer lainya. Hambatan ekstern yang dihadapi oleh BPKD Kab. Pekalongan diselesaikan dengan peningkatan pengawasan dan pemantauan terhadap mitra atau pihak ketiga yang melakukan Kerjasama.